Laba Bersih Solusi Bangun Indonesia Melonjak 111 Persen Kuartal I-2026

Laba Bersih Solusi Bangun Indonesia Melonjak 111 Persen Kuartal I-2026
Foto: Ilustrasi Laba Bersih Solusi Bangun Indonesia Melonjak 111 Persen Kuartal I-2026.

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk mencatat lonjakan laba bersih sebesar 111,3 persen menjadi Rp101,89 miliar pada periode kuartal I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian positif anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ini dilaporkan pada Sabtu (2/5/2026) di tengah kondisi pemulihan pasar konstruksi nasional.

Kinerja signifikan ini dilansir dari Detik Finance bersumber dari laporan resmi perusahaan yang menunjukkan pertumbuhan dari laba tahun sebelumnya sebesar Rp48,22 miliar. Mayoritas saham entitas berkode emiten SBI tersebut saat ini dikelola oleh SIG dengan porsi kepemilikan mencapai 83,52 persen.

Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali, menilai perolehan tersebut merupakan hasil dari efektivitas strategi transformasi yang dijalankan secara konsisten. Langkah ini diambil untuk menjaga profitabilitas di tengah dinamika industri semen domestik.

"Pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026 menjadi awal yang baik bagi Solusi Bangun Indonesia dalam menjaga momentum bisnis. Kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang sehat, efisiensi operasional, serta inovasi untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan," ungkap Rizki dalam keterangan tertulis.

Kondisi industri saat ini mulai memperlihatkan geliat meskipun tingkat utilisasi semen domestik baru menyentuh angka 53,9 persen. Angka tersebut masih jauh dari total kapasitas industri nasional yang secara keseluruhan berada di level 124 juta ton.

"Ini adalah langkah progresif yang tidak hanya memperluas pasar dan meningkatkan utilitas, tetap juga memperkuat daya saing global perusahaan dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan," pungkas Rizki.

Pertumbuhan pendapatan perusahaan tercatat naik 3,6 persen YoY menjadi Rp2,56 triliun yang didorong oleh volume penjualan semen dan terak sebanyak 2,92 juta ton. EBITDA perusahaan juga mengalami peningkatan sebesar 14,3 persen dibandingkan tahun 2025 menjadi Rp358 miliar.

Perusahaan melaporkan peraihan sertifikat Green Label predikat Platinum untuk tiga pabrik di Aceh, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, serta predikat Gold untuk pabrik di Tuban. Inisiatif ini merupakan bagian dari optimalisasi penggunaan bahan bakar alternatif dalam proses produksi yang lebih berkelanjutan.

Asosiasi Perusahaan Semen Indonesia memprediksi kenaikan penjualan semen nasional sebesar 1 hingga 2 persen sepanjang tahun ini. Guna menangkap peluang tersebut, perusahaan tengah menyiapkan ekspansi ekspor menuju pasar Amerika Serikat melalui fasilitas dermaga terintegrasi di Tuban.

Pada tahun 2026, perusahaan terlibat dalam proyek strategis nasional seperti perbaikan Tol Pejagan - Pemalang dengan teknologi beton cepat kering. Selain itu, semen produksi perusahaan digunakan dalam pembangunan pabrik kendaraan listrik terbesar se-Asia Tenggara yang berlokasi di Subang, Jawa Barat.

Artikel terkait

Rekomendasi