PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) mencetak lonjakan laba bersih sebesar 111,3 persen menjadi Rp 101,89 miliar pada triwulan pertama 2026, naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah Rp 48,22 miliar, pada Jumat (1/5/2026).
Pertumbuhan laba emiten semen ini diraih di tengah kondisi industri semen domestik yang masih mengalami kelebihan kapasitas, sebagaimana dilansir dari Kompas. Saat ini, tingkat utilisasi industri semen nasional dilaporkan hanya berada pada level 53,9 persen dari total kapasitas 124 juta ton.
SBI menyiasati anomali pasar tersebut dengan mengandalkan penetrasi penjualan yang kuat, efisiensi biaya, serta keunggulan operasional. Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali, menilai transformasi strategi yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor penentu profitabilitas perusahaan.
"Kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang sehat, efisiensi operasional, serta inovasi untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan,ÔÇØ ungkap Rizki Kresno, Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.
Rizki menambahkan bahwa capaian pada awal tahun 2026 ini merupakan langkah awal yang krusial untuk menjaga momentum bisnis perusahaan. Dari sisi operasional, volume penjualan semen dan terak mencapai 2,92 juta ton atau tumbuh tipis 1,4 persen.
Peningkatan volume tersebut mendorong pendapatan perusahaan naik 3,6 persen secara tahunan menjadi Rp 2,56 triliun. Selain itu, EBITDA perusahaan tercatat tumbuh sebesar 14,3 persen hingga menyentuh angka Rp 358 miliar.
Perusahaan juga melaporkan keberhasilan menekan penggunaan energi fosil dengan beralih ke bahan bakar alternatif. Komitmen keberlanjutan ini dibuktikan melalui perolehan sertifikat Green Label predikat Platinum untuk pabrik di Lhoknga, Narogong, dan Cilacap, serta predikat Gold untuk pabrik Tuban.
Guna menjaga performa hingga akhir tahun, SBI menargetkan ekspansi pasar ke Amerika Serikat melalui pengembangan fasilitas dermaga di Tuban. Fasilitas pemuatan terintegrasi tersebut diproyeksikan dapat memperkuat pendapatan dari jalur ekspor mancanegara.
"Ini adalah langkah progresif yang tidak hanya memperluas pasar dan meningkatkan utilitas, tetapi juga memperkuat daya saing global perusahaan dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan,ÔÇØ pungkas Rizki Kresno, Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.
Di pasar domestik, SBI terlibat dalam proyek strategis nasional seperti perbaikan Tol Pejagan-Pemalang menggunakan teknologi beton cepat. Produk SBI juga digunakan pada pembangunan pabrik perakitan kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat, seiring proyeksi kenaikan penjualan semen nasional sebesar 1 hingga 2 persen tahun ini.