Laba Bersih Hutama Karya Tembus Rp 464 Miliar pada Kuartal I 2026

Laba Bersih Hutama Karya Tembus Rp 464 Miliar pada Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi Laba Bersih Hutama Karya Tembus Rp 464 Miliar pada Kuartal I 2026.

PT Hutama Karya (Persero) mengumumkan perolehan laba bersih konsolidasi senilai Rp 464 miliar sepanjang Kuartal I 2026. Angka ini secara signifikan melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang sebelumnya dipatok pada angka Rp 269 miliar.

Dikutip dari Kompas, raihan positif tersebut dipicu oleh penerapan disiplin ketat dalam pengendalian biaya operasional. Selain itu, penguatan pada segmen pengoperasian jalan tol turut menjadi faktor kunci di tengah kondisi pasar global yang dinamis.

Keuntungan perusahaan berasal dari dua lini bisnis utama. Segmen pengoperasian jalan tol menyumbang laba setelah pajak atau Earning After Tax (EAT) sebesar Rp 333 miliar.

Sementara itu, anak usaha perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), memberikan kontribusi laba sebesar Rp 167 miliar. Pencapaian ini menandai pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 448 miliar.

Secara finansial, total aset konsolidasi Hutama Karya menyentuh angka Rp 189,84 triliun. Ekuitas perusahaan juga mengalami kenaikan sebesar 2,31 persen secara tahunan menjadi Rp 141,64 triliun.

Manajemen berhasil menekan total utang hingga 15,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, nilai buku pesanan atau order book perusahaan mencapai Rp 36,37 triliun, di mana proyek pemerintah masih menjadi dominasi utama.

Pendapatan pada tiga bulan pertama tahun 2026 ini tercatat sebesar Rp 4,67 triliun. Realisasi tersebut mencapai 82,11 persen dari target yang ditetapkan dalam RKAP.

Dalam perolehan kontrak baru, Hutama Karya menerapkan prinsip selektivitas tinggi. Fokus utama perusahaan adalah mengambil proyek-proyek yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional.

Pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) tetap menjadi fokus utama dengan total panjang jalur yang telah terbangun mencapai 1.108 kilometer hingga akhir Maret 2026. Terdapat penambahan jalan baru sepanjang 10,1 kilometer pada periode ini.

Beberapa ruas tol masih berada dalam tahap pengerjaan fisik secara aktif. Proyek tersebut meliputi jalur BetungÔÇôJambi, RengatÔÇôPekanbaru, serta ruas PalembangÔÇôBetung.

Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menjelaskan bahwa performa ini membuktikan ketangguhan bisnis perusahaan menghadapi gejolak ekonomi global. Tantangan seperti fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar tidak menghambat operasional secara masif.

"Di tengah ketidakpastian global, kami justru membuktikan bahwa infrastruktur yang dikelola dengan disiplin finansial adalah investasi yang tahan banting," ujar Koentjoro pada Sabtu (25/4/2026).

Guna menjaga stabilitas kinerja di sisa tahun 2026, direksi telah menyusun empat pilar strategis. Langkah ini meliputi pengetatan kontrol biaya dan optimalisasi penggunaan energi di seluruh lini operasional.

Perusahaan juga menekankan pengambilan keputusan bisnis yang berbasis data terukur serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Upaya ini dilakukan untuk memastikan tata kelola perusahaan tetap terjaga demi menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat.

Artikel terkait

Rekomendasi