Laba Bersih Bank OCBC NISP Capai Rp1,36 Triliun pada Kuartal I 2026

Laba Bersih Bank OCBC NISP Capai Rp1,36 Triliun pada Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi Laba Bersih Bank OCBC NISP Capai Rp1,36 Triliun pada Kuartal I 2026.

PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) mengawali periode tiga bulan pertama tahun 2026 dengan capaian performa keuangan yang tangguh. Dilansir dari Suara, emiten perbankan ini berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,36 triliun.

Angka perolehan laba tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 5 persen secara tahunan (year on year/YoY). Hasil positif ini diraih di tengah dinamika industri perbankan nasional yang terus berkembang pada awal tahun.

Kenaikan pendapatan operasional sebesar 6 persen YoY menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan laba perusahaan. Selain itu, total aset Bank OCBC juga mengalami peningkatan 7 persen YoY menjadi Rp312,9 triliun.

Hingga akhir Maret 2026, penyaluran kredit OCBC tercatat menyentuh angka Rp171,0 triliun. Ekspansi kredit yang positif ini dibarengi dengan komitmen bank dalam menjaga kualitas aset secara ketat.

Manajemen risiko perusahaan terlihat dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross yang bertahan di level 2,1 persen. Sementara itu, indikator Loan at Risk (LaR) membaik ke posisi 5,3 persen dari sebelumnya 5,4 persen.

Sebagai langkah mitigasi risiko di masa depan, pihak bank telah menyediakan cadangan kerugian (pencadangan NPL) yang sangat kuat. Rasio pencadangan tersebut kini berada pada level 221,8 persen.

Penghimpunan Dana dan Kekuatan Modal

Pada sektor penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dikelola OCBC mencapai Rp226,4 triliun atau naik 4 persen YoY. Rasio dana murah atau CASA menunjukkan penguatan di level 61,9 persen dari total DPK.

Struktur permodalan bank juga terpantau sangat solid dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang bertengger di angka 25,0 persen. Posisi ini memberikan keleluasaan bagi perusahaan untuk terus melakukan ekspansi bisnis di masa mendatang.

Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, memberikan penjelasannya mengenai pencapaian ini dalam keterangan resmi pada Kamis (30/4/2026).

"Kami melihat momentum pertumbuhan yang tetap terjaga di awal tahun 2026, baik dari sisi intermediasi maupun penghimpunan dana," ujar Parwati.

Menurutnya, kenaikan penyaluran kredit membuktikan komitmen bank dalam menyokong kebutuhan nasabah. Di sisi lain, pertumbuhan CASA merefleksikan tingginya kepercayaan publik terhadap layanan perbankan yang ditawarkan.

Akselerasi Layanan Perbankan Digital

Transformasi teknologi menjadi pilar utama yang mendorong efisiensi dan jangkauan layanan bank. Sepanjang kuartal pertama 2026, total nilai transaksi melalui kanal digital (e-channel) melonjak signifikan hingga 15 persen YoY.

Peningkatan pengguna aktif juga terlihat pada aplikasi internet banking dan OCBC Mobile yang tumbuh 8 persen YoY. Sementara pada segmen bisnis, pengguna aktif OCBC Business Mobile mencatatkan lonjakan tajam sebesar 20 persen YoY.

Strategi penguatan ekosistem digital ini bertujuan untuk memperkokoh loyalitas nasabah dan meningkatkan literasi keuangan di Indonesia. Fokus pada segmen ritel dan bisnis diharapkan mampu menjaga ketahanan operasional bank terhadap gejolak ekonomi global.

Artikel terkait

Rekomendasi