Otoritas penerbangan sipil Kuwait mulai mengaktifkan kembali ruang udara di Bandara Internasional Kuwait pada Kamis (24/4/2026) setelah penghentian operasional selama hampir dua bulan. Langkah ini merupakan bagian dari proses pemulihan bertahap aktivitas penerbangan yang sempat terhenti sejak 28 Februari 2026.
Dilansir dari Detik Travel, pengoperasian kembali ini dijadwalkan berjalan dalam beberapa fase untuk memastikan transisi yang aman. Tahap awal pembukaan difokuskan pada Terminal 4 dan Terminal 5 untuk melayani rute-rute tertentu mulai hari Minggu.
Kebijakan pembukaan terbatas tersebut akan terus diperluas oleh pemerintah setempat berdasarkan hasil evaluasi berkala. Ketua Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait, Sheikh Hamoud Mubarak Al Sabah, menegaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan otoritas domestik maupun internasional.
"Operasional kembali dilakukan dengan standar keselamatan dan keamanan tertinggi," ujarnya.
Penegasan mengenai rencana pemulihan jangka panjang juga disampaikan oleh pihak direktorat guna mencapai target operasional penuh. Saat ini, tim teknis telah merampungkan penilaian kerusakan pada infrastruktur bandara pascainsiden serangan yang melibatkan drone dan kelompok bersenjata.
"Operasional kembali dilakukan dengan standar keselamatan dan keamanan tertinggi," ujarnya.
Proses perbaikan dan pemeliharaan fasilitas tetap berlangsung di tengah pembukaan wilayah udara ini. Meskipun ruang udara sudah terbuka sejak Kamis malam, jadwal penerbangan komersial baru akan benar-benar dimulai pada 26 April 2026 mendatang.
Sejumlah infrastruktur krusial sebelumnya menjadi sasaran serangan dalam beberapa pekan terakhir, termasuk Terminal 1, tangki bahan bakar, serta Terminal 2 yang sedang dibangun. Pemerintah Kuwait menyampaikan apresiasi kepada petugas lapangan dan memberikan penghormatan khusus kepada Arab Saudi atas dukungan fasilitas bandara selama masa krisis tersebut.