Kurs Rupiah 28 April 2026 Melemah ke Rp 17.221 per Dollar AS

Kurs Rupiah 28 April 2026 Melemah ke Rp 17.221 per Dollar AS
Foto: Ilustrasi Kurs Rupiah 28 April 2026 Melemah ke Rp 17.221 per Dollar AS.

Nilai tukar rupiah di pasar spot mengalami pelemahan pada pembukaan perdagangan Selasa, 28 April 2026. Mata uang Indonesia ini tercatat terdepresiasi sebesar 10 poin atau sekitar 0,06 persen.

Kondisi tersebut membawa rupiah berada di level Rp 17.221 per dollar AS. Pelemahan ini terjadi di tengah dinamika mata uang di kawasan Asia yang bergerak secara bervariasi terhadap dollar AS pada pagi hari ini.

Dilansir dari Money, beberapa mata uang regional turut mengalami tekanan. Yuan China tercatat turun 0,05 persen, sementara peso Filipina melemah 0,12 persen. Selain itu, dollar Singapura terkoreksi 0,05 persen dan yen Jepang turun 0,07 persen.

Meskipun demikian, ada pula mata uang di kawasan yang mampu menguat. Ringgit Malaysia naik 0,4 persen, sedangkan won Korea Selatan dan dollar Hong Kong masing-masing mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,02 persen.

Lukman Leong, Analis mata uang Doo Financial Futures, menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah saat ini dipengaruhi oleh pergeseran sentimen pasar global. Pelaku pasar cenderung kembali ke posisi risk off.

Kondisi ini muncul akibat meningkatnya ketidakpastian mengenai proses perdamaian di Timur Tengah, khususnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang belum mencapai titik temu yang jelas.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dollar AS di tengah sentimen yang berbalik risk off akibat ketidakpastian perdamaian di Timur Tengah, terutama setelah muncul laporan bahwa AS tidak menerima usulan perdamaian terbaru dari Iran," ujar Lukman.

Faktor lain yang memberatkan posisi rupiah adalah penguatan indeks dollar AS yang kini menyentuh level 98,533. Di saat yang sama, harga minyak mentah dunia kembali menunjukkan tren kenaikan.

Berdasarkan data Reuters, harga minyak mentah Brent melonjak 2,9 dollar AS atau 2,8 persen menjadi 108,23 dollar AS per barrel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga naik 1,97 dollar AS atau 2,1 persen ke level 96,37 dollar AS per barrel.

Lonjakan ini membuat Brent mencatat tren positif selama enam hari berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Maret 2025. Angka ini juga menjadi penutupan tertinggi bagi Brent sejak 7 April 2026 dan bagi WTI sejak 13 April 2026.

Melihat perkembangan tersebut, Lukman memberikan proyeksi mengenai pergerakan mata uang Garuda sepanjang hari. Nilai tukar rupiah diperkirakan akan berfluktuasi dalam rentang Rp 17.150 hingga Rp 17.300 per dollar AS.

Artikel terkait

Rekomendasi