Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia menyentuh angka 1,09 juta pada Maret 2026, mencatatkan kenaikan sebesar 10,50 persen secara tahunan. Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Travel pada Senin (4/5/2026), tren positif ini didominasi oleh kunjungan dari negara-negara tetangga.
Pertumbuhan sektor pariwisata juga terlihat dari performa kumulatif sepanjang triwulan pertama tahun ini. Tercatat sebanyak 3,44 juta kunjungan wisman masuk ke Indonesia selama periode Januari hingga Maret 2026, atau mengalami peningkatan sekitar 8,62 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, memaparkan rincian mengenai durasi tinggal dan pengeluaran para pelancong asing tersebut selama berada di tanah air. Kondisi ini mencerminkan kontribusi ekonomi yang signifikan dari sektor perjalanan luar negeri.
"Rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan pada triwiulan I 2026 mencapai US$ 1.345,61, dengan rata-rata lama tinggal 10,84 malam," ungkap Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS RI.
Terkait distribusi asal negara, Malaysia menempati posisi teratas dengan 186,53 ribu kunjungan, disusul oleh Australia dengan 130,72 ribu kunjungan dan Singapura sebanyak 102,82 ribu kunjungan. BPS juga memberikan perhatian khusus pada peningkatan jumlah pelancong asal India yang secara mayoritas memilih Bali sebagai destinasi utama.
"Pada Maret 2026, total kunjungan wisatawan asal India ke Indonesia tercatat sejumlah 53,80 ribu kunjungan, dan sebagian besar masuk melalui bandar udara Ngurah Rai, sebesar 42,46 ribu kunjungan atau 78,92% dari total wisatawan asal India yang masuk ke Indonesia," ungkap Amalia.
Peningkatan statistik ini mendapat tanggapan dari kalangan ekonom yang melihatnya sebagai indikator pemulihan citra pariwisata nasional. Kondisi ini dianggap sebagai sinyal bahwa daya tarik wilayah Indonesia mulai bangkit kembali setelah periode sebelumnya.
"Kalau wisatawan mancanegara tumbuh berarti kan kepercayaan luar masih bagus, bahwa Indonesia masih relatif baik untuk kedatangan wisatawan. Kenapa ini terjadi? Kemungkinan beberapa wilayah yang selama ini daya tariknya belum begitu positif di tahun 2025, ini mulai bangkit terutama dari beberapa negara wisatawan," ungkap Tauhid Ahmad, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).
Tauhid menambahkan bahwa kontribusi dari negara-negara utama seperti Jepang, China, dan Rusia juga menjadi faktor pendorong yang penting. Namun, ia menekankan perlunya peningkatan volume kunjungan bulanan agar target tahunan dapat tercapai secara maksimal.
"Kalau 1 juta ya sudah rata-rata lah tapi belum tinggi sekali kalau Tinggi sekali itu sudah menegakkan 1,5 juta per bulan Sehingga target kita sekitar 13-15 juta wisatawan per tahun itu bisa dicapai," jelas Tauhid.
Secara bulanan, kunjungan dari India sendiri mengalami kenaikan tipis 1,26 persen dibandingkan Februari 2026. Wisatawan asal India tercatat memiliki rata-rata lama tinggal selama 7,02 malam selama berkunjung ke Indonesia.