Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia menembus angka 3.436.276 pada periode Januari hingga Maret 2026 berdasarkan data Badan Pusat Statistik. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,62 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, memberikan rincian statistik tersebut dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di kantornya, Jakarta Pusat, pada Senin (4/5/2026). Ateng menyoroti tren positif industri pariwisata nasional sepanjang awal tahun ini.
"Capaian kunjungan wisman pada Januari-Maret 2026 merupakan capaian tertinggi sejak 2020 yang lalu," kata Ateng Hartono, Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS.
Meskipun secara tahunan mengalami kenaikan signifikan sebesar 10,50 persen pada Maret 2026, angka bulanan menunjukkan penurunan. Terdapat 1.088.166 kunjungan pada bulan Maret, yang berarti turun 6,17 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Berdasarkan data BPS, rata-rata pengeluaran setiap turis asing selama berada di Indonesia mencapai US$ 1.345,61 atau sekitar Rp 23,27 juta dengan asumsi kurs Rp 17.300 per dolar AS. Nilai ini melampaui rata-rata pengeluaran turis pada triwulan IV-2025 dengan alokasi dana utama pada sektor akomodasi serta konsumsi.
"Pada triwulan I-2026 proporsi pengeluaran terbesar wisman dialokasikan untuk belanja akomodasi 37,23%. Selanjutnya belanja wisman untuk makan dan minum sebesar 20,17%, serta untuk belanja dan cinderamata 11,04%," ungkap Ateng Hartono, Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS.
Malaysia menjadi penyumbang wisatawan terbanyak dengan kontribusi 17,14 persen, diikuti oleh Australia sebesar 12,01 persen dan Singapura sebanyak 9,45 persen. Mayoritas pintu masuk turis asing ini terpusat pada bandar udara internasional di Bali.
"Kunjungan wisman paling banyak melalui Bandara Ngurah Rai. Kunjungan ini didominasi oleh wisatawan yang berkebangsaan dari Australia," jelas Ateng Hartono, Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS.