Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Amerika Serikat mengalami penurunan sebesar 5,5 persen pada tahun 2025 di tengah pertumbuhan perjalanan global yang signifikan, sebagaimana dilansir dari Detik Travel pada Rabu (22/4/2026).
Data dari Dewan Pariwisata dan Perjalanan Dunia menunjukkan pengeluaran turis internasional di Negeri Paman Sam tersebut merosot 4,6 persen menjadi USD 176 miliar, meskipun jumlah pelancong global justru meningkat sebanyak 80 juta orang.
Sektor pariwisata AS kini kehilangan sekitar empat juta pengunjung akibat penyusutan kedatangan dari sejumlah negara sebesar 5,7 juta yang tidak mampu tertutupi oleh pertumbuhan pasar lain sebesar 1,7 juta kunjungan.
Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa AS akan kehilangan posisinya sebagai pasar perjalanan terbesar di dunia kepada Tiongkok, yang mencatatkan pertumbuhan PDB sektor pariwisata sebesar 9,9 persen dengan total 150 juta pengunjung.
Presiden dan CEO Dewan Pariwisata dan Perjalanan Dunia, Gloria Guevara, menegaskan perlunya perubahan strategi promosi dan persepsi agar AS tetap kompetitif sebagai destinasi yang ramah bagi warga dunia.
"Untuk menghindari kehilangan posisi kepemimpinannya, AS harus berinvestasi dalam mempromosikan daya tariknya, baik di pasar internasional maupun selama musim sepak bola; mengubah persepsi dan memposisikan AS sebagai destinasi yang ramah; dan meningkatkan pengeluaran pengunjung internasional, mendorong persinggahan dan pengalaman baru," kata Gloria Guevara, Presiden dan CEO dewan pariwisata.
Guevara juga menyarankan otoritas terkait untuk memanfaatkan momentum Piala Dunia mendatang yang diprediksi akan menarik kedatangan sedikitnya 1,24 juta pengunjung internasional ke berbagai kota di Amerika.
Menanggapi laporan tersebut, pihak Gedung Putih melalui Wakil Sekretaris Pers Anna Kelly memberikan pembelaan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump yang dinilai justru memperkuat sektor pariwisata.
"Presiden Trump telah melakukan lebih banyak untuk pariwisata Amerika daripada siapa pun, termasuk dengan menjadikan kota-kota kita aman dan indah kembali untuk dinikmati semua orang dan membawa acara-acara besar seperti Olimpiade Los Angeles dan Piala Dunia FIFA ke Amerika Serikat," kata Anna Kelly, Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih.
Kelly menambahkan bahwa strategi pemerintahan saat ini fokus pada penguatan citra negara di kancah internasional sebagai pemimpin dunia yang aman untuk dikunjungi oleh semua wisatawan asing.
"Agenda 'America First'-nya telah mengembalikan posisi negara kita sebagai pemimpin dunia bebas sekali lagi, menjadikannya tempat terbaik untuk tinggal atau berkunjung," sambung Anna Kelly, Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih.
Penurunan jumlah turis ini didominasi oleh berkurangnya wisatawan asal Kanada sebanyak 4,2 juta orang, diikuti oleh penurunan kunjungan dari Jerman sebesar 225.000, India 130.000, serta Prancis 116.000 orang.
Hingga saat ini, negara bagian seperti New York, Florida, California, Nevada, dan Texas masih menjadi wilayah utama yang paling banyak menarik minat kunjungan wisatawan asing di Amerika Serikat.