Kuba Akuisisi Ratusan Drone Militer Asal Iran Dan Rusia

Kuba Akuisisi Ratusan Drone Militer Asal Iran Dan Rusia
Foto: Ilustrasi Kuba Akuisisi Ratusan Drone Militer Asal Iran Dan Rusia.

Hubungan Amerika Serikat dan Kuba kembali memanas setelah Havana dilaporkan mengakuisisi sekitar 300 drone militer dari Iran dan Rusia selama tiga tahun terakhir.

Langkah pengadaan persenjataan tersebut memicu kekhawatiran mendalam di Washington mengenai potensi ancaman terhadap kepentingan domestik mereka. Informasi penambahan kekuatan militer ini dilansir dari Media Indonesia berdasarkan laporan terbaru dari Axios.

Badan intelijen Amerika Serikat mengindikasikan bahwa wilayah Key West di Florida, yang berjarak sekitar 144 kilometer di utara Havana, beserta kapal-kapal militer mereka dapat menjadi sasaran potensial.

"Ketika kita memikirkan teknologi jenis itu berada sedekat itu, ini sangat mengkhawatirkan. Ini adalah ancaman yang terus berkembang," ujar seorang pejabat AS.

Untuk merespons situasi keamanan tersebut, Direktur CIA John Ratcliffe melakukan kunjungan mendadak ke Kuba pada Kamis untuk memberikan peringatan secara langsung kepada otoritas setempat.

"Belahan Bumi Barat tidak boleh menjadi taman bermain bagi musuh-musuh kita," tambah pejabat tersebut.

Kekhawatiran Pentagon semakin diperkuat oleh indikasi peningkatan kerja sama militer antara Kuba dan Rusia yang terus berjalan dalam beberapa bulan belakangan.

Menteri Perang AS Pete Hegseth turut memberikan pemaparan mengenai situasi darurat ini dalam sidang kongres yang berlangsung pada Selasa (19/5).

"Kami telah lama khawatir bahwa musuh asing yang menggunakan lokasi sedekat itu dengan pantai kami adalah hal yang sangat problematis," tegas Hegseth.

Di pihak lain, pemerintah Kuba langsung mengeluarkan pernyataan resmi melalui kedutaan besar mereka untuk menolak tuduhan agresi dan menegaskan hak kedaulatan negara.

"Seperti negara mana pun, Kuba memiliki hak untuk membela diri dari agresi eksternal. Ini disebut pertahanan diri dan dilindungi oleh Hukum Internasional serta Piagam PBB," tulis pernyataan tersebut.

Otoritas Havana menilai persiapan militer mereka sebagai langkah logis untuk menghadapi potensi serangan luar di tengah blokade minyak yang merusak jaringan listrik nasional mereka.

Saat ini, militer dan badan intelijen Amerika Serikat dilaporkan telah meningkatkan pengawasan ketat di sekitar wilayah Selat Florida untuk memantau aktivitas pertahanan Kuba.

Artikel terkait

Rekomendasi