Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan kesiapannya untuk menindak tegas setiap praktik tidak benar dalam pelaksanaan program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Kongres VII Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) di Jakarta pada Kamis (30/4/2026).
Dilansir dari Kompas, Dudung yang baru saja dilantik sebagai KSP pada Senin (27/4) menyatakan bahwa lembaganya berfungsi sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Fungsi tersebut mencakup pengawasan ketat terhadap laporan publik mengenai jalannya program nasional.
Fokus utama pengawasan tersebut diarahkan pada inisiatif besar seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat. Dudung menekankan bahwa integritas pelaksanaan di lapangan menjadi prioritas utama bagi Kantor Staf Kepresidenan.
"Termasuk program prioritas nasional dan program unggulan nasional, program unggulan Bapak Presiden seperti MBG, Sekolah Rakyat dan sebagainya," kata Dudung Abdurrahcman, Kamis (30/4).
Purnawirawan TNI AD tersebut menyatakan tidak akan segan mengambil langkah drastis jika ditemukan penyimpangan. Ancaman pembersihan dilakukan demi memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran.
"Kalau tidak benar pelaksanaan di lapangan, akan saya babat nanti," imbuhnya menegaskan.
Selain masalah pengawasan program, Dudung turut menyoroti pentingnya wawasan kebangsaan di tengah situasi konflik global saat ini. Ia memberikan peringatan keras mengenai bahaya penyebaran informasi palsu yang masif di platform media sosial.
Dudung berpendapat bahwa narasi menyesatkan yang terus diulang berpotensi diterima sebagai sebuah kebenaran oleh publik. Hal ini dinilai sangat berisiko memicu perpecahan di tengah kemajemukan suku dan agama di Indonesia.
"Oleh karenanya mari mata, telinga kita kita pasang untuk tetap mendengar, tetap melihat, tetapi kepada hal-hal yang positif. Tidak kemudian terbawa dengan informasi-informasi yang menyesatkan," kata Dudung dikutip Antara.