Nazlatan Ukhra Kritik Kinerja Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda

Nazlatan Ukhra Kritik Kinerja Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda
Foto: Ilustrasi Nazlatan Ukhra Kritik Kinerja Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

Anggota DPRD Maluku Utara dari fraksi Gerindra, Nazlatan Ukhra, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda yang dinilai gagal memimpin daerah tersebut. Kritik tersebut disampaikan melalui sebuah video yang viral di media sosial baru-baru ini sebagaimana dilansir dari Suara.

Kritik tersebut menyoroti keberadaan Sherly Tjoanda yang dianggap lebih sering berada di luar daerah dengan alasan melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat. Nazlatan mempertanyakan efektivitas langkah tersebut bagi kemajuan Provinsi Maluku Utara.

"Ibu Gubernur ini di mana? Kalau Ibu Gubernur berada di luar daerah, what's the move?" tanya Nazlatan Ukhra.

Legislator tersebut menilai alasan diplomasi politik ke pusat tidak membuahkan hasil nyata bagi kondisi ekonomi daerah. Ia menyebut terjadi penurunan yang signifikan pada sektor fiskal provinsi.

"Sebenarnya Pemerintah Provinsi ini sadar atau tidak? Penurunan hampir 20 persen ini bukti diplomasi politik fiskal Gubernur yang gagal total!" tegas Nazlatan Ukhra.

Ia juga menambahkan bahwa ketidakhadiran gubernur di wilayahnya sendiri memperburuk situasi pemerintahan saat ini. Penilaian tersebut didasarkan pada intensitas absennya sang gubernur di kantor pemerintahan daerah.

"Dan parahnya lagi, sudah gagal, absen pula," tandasnya.

Menanggapi serangan kritik tersebut, muncul rekaman video Sherly Tjoanda yang memberikan respons dengan nada suara yang bergetar. Ia terlihat emosional saat menanggapi dinamika politik yang terjadi.

"Kita semua berbeda-beda, dari partai yang berbeda.." ucap Sherly Tjoanda.

Aksi kritik Nazlatan Ukhra ini kemudian memicu reaksi beragam dari warganet, yang sebagian besar justru menyerang balik rekam jejak keluarga sang legislator. Hal ini dikaitkan dengan sosok ayah Nazlatan, yakni mantan Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba.

Abdul Ghani Kasuba tercatat pernah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Maluku Utara. Proyek tersebut mencakup pembangunan jalan dan jembatan dengan nilai anggaran mencapai lebih dari Rp500 miliar.

Mantan gubernur tersebut dikabarkan telah meninggal dunia pada Maret 2025. Hingga saat ini, perdebatan mengenai efektivitas kepemimpinan Sherly Tjoanda masih terus bergulir di platform media sosial.

Artikel terkait

Rekomendasi