Jemaah Haji Indonesia Keluhkan Krisis Air Bersih di Makkah

Jemaah Haji Indonesia Keluhkan Krisis Air Bersih di Makkah
Foto: Ilustrasi Jemaah Haji Indonesia Keluhkan Krisis Air Bersih di Makkah.

Sejumlah jemaah calon haji asal Indonesia di Makkah, Arab Saudi, mengalami kesulitan akses air bersih selama dua hari terakhir akibat gangguan pada sistem pengaliran di penginapan mereka. Kondisi ini dilaporkan melanda wilayah Misfalah sejak Senin (4/5/2026) sore hingga Selasa (5/5/2026) pagi.

Krisis ketersediaan air tersebut dilaporkan oleh Aznan, salah satu jemaah yang tergabung dalam kloter 2 YIA Jogja, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Ia menyebutkan bahwa para jemaah hanya diminta untuk berhemat meskipun pasokan air dari keran terhenti sepenuhnya.

"Benar sekali, sudah 2 hari. Hotel saya di Misfalah tepatnya Asala Al Bakiyah. Kami disuruh hemat air, padahal air mati. Dari 4 Mei sore sampai pagi ini (5 Mei). Kami kesulitan sekali, tapi solusinya cuma hemat," ungkap Aznan.

Aznan menjelaskan bahwa kendala teknis ini telah dilaporkan kepada petugas haji di lapangan karena dianggap sebagai masalah krusial bagi jemaah. Meski pihak manajemen hotel menyatakan sedang dalam tahap perbaikan, keluhan tetap bermunculan dari para penghuni hotel.

"Sempat menginfokan (ke petugas), ini masalah utama di Makkah saat ini," imbuhnya.

Kementerian Haji dan Umrah memberikan respons cepat terkait kendala fasilitas yang dialami oleh para jemaah di Arab Saudi tersebut. Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah, Moh. Hasan Afandi, mengakui adanya ketidaknyamanan dalam pelayanan tersebut.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Pengaduan ini sedang ditindaklanjuti oleh PPIH Daker Makkah," ujar Hasan.

Penanganan laporan tersebut saat ini sedang diintensifkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah melalui sistem pemantauan digital. Hasan menekankan pentingnya peran teknologi dalam mendeteksi masalah fasilitas secara cepat.

"Pengaduan secara elektronik melalui Kawal Haji memudahkan pemantauan pengaduan, tindak lanjut, serta pemantauan penyelesaian pengaduan di lapangan," pungkas Hasan.

Artikel terkait

Rekomendasi