Kriminolog Sebut Aktivitas Perjudian Daring Internasional Bergeser ke Indonesia

Kriminolog Sebut Aktivitas Perjudian Daring Internasional Bergeser ke Indonesia
Foto: Ilustrasi Kriminolog Sebut Aktivitas Perjudian Daring Internasional Bergeser ke Indonesia.

Kriminolog Adrianus Meliala mengidentifikasi adanya pergeseran basis operasi sindikat perjudian daring lintas negara dari Vietnam menuju Indonesia setelah ditemukannya markas ilegal di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Pengungkapan oleh Bareskrim Polri ini terjadi setelah adanya pengetatan pengawasan di negara tetangga.

Perpindahan pusat aktivitas ini dipicu oleh tindakan tegas otoritas keamanan Vietnam terhadap jaringan serupa. Dilansir dari Nasional, fenomena ini menunjukkan fleksibilitas organisasi kejahatan internasional dalam mencari lokasi operasional yang lebih aman dari jangkauan aparat hukum.

"Saat kemarin Pemerintah Vietnam mengadakan operasi besar-besaran, maka kegiatan pindah kantor ke Indonesia," kata Adrianus Meliala, Kriminolog sekaligus Guru Besar FISIP Universitas Indonesia (UI).

Adrianus menganalogikan pergerakan kejahatan lintas negara ini dengan tekanan fisik yang berpindah tempat. Menurutnya, sindikat tersebut akan selalu mencari celah di wilayah lain ketika ruang gerak mereka dipersempit oleh kepolisian setempat.

ÔÇ£Kejahatan Trans-National mirip dengan balon yang jika dipencet bagian kiri maka akan membesar bagian kanan. Dan sebaliknya," ungkap Adrianus Meliala, Kriminolog sekaligus Guru Besar FISIP Universitas Indonesia (UI).

Keberhasilan Bareskrim dalam menggerebek lokasi tersebut dinilai sebagai langkah preventif yang tepat. Adrianus mengapresiasi kepekaan Polri dalam membaca tren pergeseran markas operasional ke wilayah yang menjadi target pasar utama.

ÔÇ£Kemampuan Polri mengungkap itu sebetulnya buah antisipasi. Polri sudah melihat gelagat bahwa mereka akan pindah kantor ke tempat target pasar mereka yakni Indonesia," ujarnya Adrianus Meliala, Kriminolog sekaligus Guru Besar FISIP Universitas Indonesia (UI).

Pihak kepolisian telah melakukan serangkaian pemantauan mendalam sebelum melakukan tindakan hukum. Investigasi dilakukan guna memastikan kecukupan bukti terkait aktivitas ilegal yang dijalankan oleh jaringan tersebut.

ÔÇ£Maka cegatan-cegatan kemudian dilakukan untuk memperoleh unsur-unsur dalam rangka lidik," katanya Adrianus Meliala, Kriminolog sekaligus Guru Besar FISIP Universitas Indonesia (UI).

Bareskrim Polri sebelumnya mengamankan 321 orang dalam penggerebekan di kawasan perkantoran Hayam Wuruk pada Sabtu (9/5/2026). Mayoritas pelaku merupakan warga negara asing yang didominasi oleh warga Vietnam sebanyak 228 orang.

Penyidik juga menyita akses terhadap 75 domain situs web yang digunakan untuk mengoperasikan praktik ilegal tersebut. Berikut adalah rincian kewarganegaraan pelaku yang ditangkap dalam operasi kepolisian di Jakarta Barat:

Data Pelaku Berdasarkan Kewarganegaraan
KewarganegaraanJumlah Orang
Vietnam228
China57
Myanmar13
Laos11
Thailand5
Malaysia3
Kamboja3
Indonesia1

Polisi menduga jaringan ini menggunakan sistem yang terstruktur untuk mengantisipasi tindakan pemblokiran oleh otoritas terkait di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi