Ratusan kreator konten dari berbagai daerah di Jawa Barat, yang didominasi oleh kalangan Gen Z, berkumpul dalam acara Creator Playdate bersama Vici Society di Kota Bandung pada Sabtu (16/5). Agenda ini menjadi penanda bahwa dunia kreatif digital terus mengalami perkembangan pesat di Kota Bandung.
Acara tersebut berfungsi sebagai wadah silaturahmi sekaligus networking bagi sesama kreator. Tidak hanya itu, para peserta juga mendapatkan sesi edukasi mengenai strategi membangun personal branding dan cara bertahan dalam persaingan industri konten digital yang ketat, seperti dikutip dari Media Indonesia.
Dua kreator konten muda, Rossa Farahdiba dan Vickeu, bertindak sebagai pembicara utama dalam acara ini. Keduanya membagikan pengalaman perjalanan karier mereka beserta kiat penting bagi kreator pemula agar dapat berkembang di era digital.
Vice President of E-Commerce Victoria Care Indonesia, William Budiarsa, menjelaskan bahwa Creator Playdate merupakan bagian dari langkah perusahaan untuk memperkuat kolaborasi dengan para kreator, terutama di wilayah Jawa Barat.
"Kami ingin berkolaborasi lebih dalam lagi dengan teman-teman kreator se-Jabar, khususnya di Bandung, agar mereka dapat memperkenalkan produk-produk kami," tutur William Budiarsa.
Menurut William Budiarsa, pendekatan yang diterapkan perusahaan sekarang tidak sekadar berfokus pada penguatan brand awareness. Langkah ini juga dirancang untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi para pembuat konten.
"Kami ingin memberikan edukasi dan memberdayakan para kreator untuk bisa menambah penghasilan mereka melalui konten yang mereka buat," kata William Budiarsa.
William Budiarsa menambahkan bahwa konsep kemitraan yang dibangun lebih menitikberatkan pada pengalaman nyata dari para pengguna produk. Pola ini dinilai mampu menghasilkan konten yang lebih jujur, dekat dengan audiens, serta memberikan ulasan dari pengguna yang benar-benar memakai produk perusahaan.
"Jadi mereka bisa menyampaikan pengalaman secara jujur kepada audiens mereka. Creator Playdate menjadi bagian dari rangkaian roadshow yang sebelumnya telah digelar di Jakarta dan selanjutnya akan menyambangi kota lain, termasuk Surabaya," ujar William Budiarsa.
Saat sesi berbagi pengalaman, Rossa Farahdiba menekankan bahwa aspek konsistensi merupakan modal utama bagi seorang kreator untuk bertahan di tengah ekosistem digital yang semakin padat.
"Yang paling bertahan itu yang paling konsisten. Jadi harus terus berkarya," kata Rossa Farahdiba.
Rossa Farahdiba menyatakan bahwa setiap kreator wajib membentuk karakter dan ciri khas khusus agar bisa lebih mudah diingat oleh para pengikut mereka di media sosial.
"Semua orang butuh pembeda untuk stand out. Kita juga harus membangun personal branding supaya orang ingat kita," tutur Rossa Farahdiba.
Mengenai cara menghadapi komentar negatif, Rossa Farahdiba memilih untuk memilah kritik yang bersifat membangun dan mengabaikan komentar yang hanya berisi ujaran kebencian.
"Aku evaluasi dulu, apakah komentar itu membangun atau hanya sekadar hate. Kalau membangun, aku jadikan pembelajaran. Kalau tidak, ya sudah dianggap angin lewat," ujar Rossa Farahdiba.
Rossa Farahdiba juga menceritakan masa awal kariernya yang sempat diragukan oleh lingkungan sekitar. Namun, konsistensi yang ia tunjukkan berhasil membuktikan bahwa profesi ini mampu berkembang menjadi karier menjanjikan yang mengubah jalan hidupnya.
"Aku sempat diragukan, tapi aku buktikan dengan konsistensi. Ternyata bisa jadi karier dan bahkan mengubah hidup," kata Rossa Farahdiba.
Sementara itu, Vickeu mengingatkan para kreator untuk memahami seluruh aturan platform digital secara mendalam agar terhindar dari bentuk pelanggaran yang dapat merugikan akun mereka.
"Platform sekarang sudah punya kebijakan. Kalau melanggar, konten bisa di-banned, bahkan tanpa kita sadari," ujar Vickeu.
Vickeu menilai bahwa kekuatan utama seorang kreator saat ini tidak hanya bertumpu pada ide, melainkan pada karakter personal yang ditampilkan secara visual.
"Cari yang unik dari diri kita, itu yang jadi pembeda. Karena sekarang yang dilihat bukan cuma ide, tapi karakter kreatornya," tutur Vickeu.
Vickeu memandang tren konten digital sekarang lebih mengutamakan metode penyampaian serta kepribadian dari kreator dibandingkan dengan topik yang sedang dibahas.
"Konten itu bisa dari apa saja, bahkan video singkat pun sudah bisa jadi konten. Jadi mulai saja dulu," kata Vickeu mengajak para pemula untuk tidak ragu memulai karena peluang industri digital yang masih terbuka lebar.