KPK Cari Wamen Imigrasi Silmy Karim Terkait OTT di Jakbar, Fakta Terbaru Mengejutkan 2026

KPK Cari Wamen Imigrasi Silmy Karim Terkait OTT di Jakbar, Fakta Terbaru Mengejutkan 2026
Foto: KPK Cari Wamen Imigrasi Silmy Karim Terkait OTT di Jakbar, Fakta Terbaru Mengejutkan 2026. (Illustration by Pexels)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini sedang mencari Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Upaya pencarian ini berkaitan erat dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang telah dilakukan di Kantor Imigrasi Jakarta Barat oleh KPK.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa pencarian terus dilakukan hingga Rabu, 3 Juni 2026, kepada para wartawan di Jakarta. Dia menjelaskan bahwa pencarian ini merupakan bagian dari rangkaian peristiwa OTT di daerah tersebut.

KPK Menghimbau Kerjasama Silmy Karim:

KPK mendesak Silmy Karim untuk bersikap kooperatif dalam penyelidikan. Hal ini terutama penting mengingat kaitannya dengan penangkapan yang dilakukan di Imigrasi Jakarta Barat.

Budi Prasetyo menjelaskan bahwa dalam OTT tersebut, belasan orang termasuk Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakbar Ronald Arman Abdullah telah ditangkap. Dari penangkapan ini, KPK menyita berbagai barang bukti.

Barang Bukti yang Disita:

  • Kendaraan seperti mobil dan motor
  • Uang tunai dalam bentuk valuta asing (USD dan SGD)
  • Logam mulia berupa emas

Lebih jauh, KPK meyakinkan bahwa pihaknya akan terus memberikan informasi terkini mengenai perkembangan kasus ini kepada publik.

Budi menambahkan, KPK memiliki tenggat waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak-pihak yang ditangkap. Selain Ronald, sejumlah pegawai Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta beberapa pihak swasta juga terdampak dalam operasi ini.

Peningkatan usaha penangkapan masih dilakukan oleh tim KPK di berbagai wilayah. Budi mengonfirmasi bahwa timnya kini bergerak ke Bali dan Jawa Barat untuk melanjutkan penangkapan.

Profil singkat, Silmy Karim menjabat sebagai Direktur Utama PT Krakatau Steel saat ini. Fokus KPK adalah untuk memberikan transparansi dan update detail terkait kasus ini kepada masyarakat.

Artikel terkait

Rekomendasi