KOPRI Evakuasi Peneliti Antarktika Akibat Ancaman Senjata Tajam

KOPRI Evakuasi Peneliti Antarktika Akibat Ancaman Senjata Tajam
Foto: Ilustrasi KOPRI Evakuasi Peneliti Antarktika Akibat Ancaman Senjata Tajam.

Korea Polar Research Institute (KOPRI) mengevakuasi seorang anggota ekspedisi secara darurat dari Stasiun Sains Jang Bogo di Antarktika ke Korea Selatan. Tindakan ini diambil menyusul adanya dugaan ancaman menggunakan senjata tajam rakitan terhadap sesama rekan tim, dilansir dari Detik iNET.

Insiden tersebut terekam oleh kamera pengawas CCTV stasiun yang memperlihatkan seorang pria membawa benda mirip senjata tajam rakitan di tangga. Rekaman video lain juga menunjukkan sejumlah anggota tim ekspedisi yang panik dan berlarian keluar dari area dapur stasiun.

"Sekarat pukul 19.20 waktu setempat tanggal 13 April, sebuah insiden keamanan terjadi di Stasiun Sains Jang Bogo di Antarktika, di mana seorang anggota tim peneliti yang bertugas selama musim dingin mengancam anggota lainnya dengan sebuah senjata," ungkap Korea Polar Research Institute (KOPRI).

Pihak manajemen stasiun langsung mengambil langkah tegas setelah mengetahui ancaman tersebut demi menjaga keselamatan seluruh personel. Pelaku penyerangan langsung diisolasi secara ketat dari belasan anggota tim lainnya di dalam fasilitas pangkalan.

"Setelah menyadari situasi tersebut, pimpinan stasiun beserta jajarannya segera memisahkan pria itu dari anggota tim lainnya," tambah mereka yang dikutip detikINET dari ABC.

Proses pemulangan pelaku sempat tertahan selama hampir tiga minggu karena kendala cuaca ekstrem dan ketiadaan jadwal penerbangan reguler menuju benua es tersebut. Namun, pihak otoritas akhirnya berhasil mengamankan transportasi udara darurat untuk menjemput personel bermasalah itu.

"KOPRI memutuskan segera memulangkannya secara darurat. Meski penerbangan reguler dihentikan karena mulainya musim dingin dan cuaca memburuk, KOPRI berhasil mengamankan transportasi darurat," tambahnya.

Pria yang belum dibuka identitasnya tersebut berhasil diterbangkan meninggalkan Antarktika pada tanggal 7 Mei untuk menghadapi proses hukum pidana setibanya di Korea Selatan.

"Penyelidikan formal saat ini sedang dilakukan oleh pihak kepolisian," kata KOPRI.

Kasus ancaman keamanan di kawasan terpencil Antarktika bukan pertama kalinya terjadi, mengingat tidak adanya aparat penegak hukum yang bersiaga di pangkalan riset terisolasi. Beberapa kasus kriminal berat tercatat pernah terjadi di stasiun milik Afrika Selatan dan Rusia pada tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi psikologis para peneliti di Antarktika rentan memburuk akibat tekanan lingkungan ekstrem dan isolasi sosial dalam jangka waktu panjang. Evaluasi mental yang ketat sebelum keberangkatan menjadi faktor krusial yang menentukan keberhasilan seluruh misi riset.

Artikel terkait

Rekomendasi