WNI Ungkap Kondisi Iran Menjelang Akhir Gencatan Senjata dengan AS

WNI Ungkap Kondisi Iran Menjelang Akhir Gencatan Senjata dengan AS
Foto: Ilustrasi WNI Ungkap Kondisi Iran Menjelang Akhir Gencatan Senjata dengan AS.

Warga Negara Indonesia (WNI) di Teheran, Laini Misra, melaporkan situasi terkini di Iran menjelang berakhirnya masa gencatan senjata dengan Amerika Serikat pada Rabu, 22 April 2026. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Kompas, berbagai sektor publik mulai beroperasi kembali dengan sejumlah penyesuaian selama masa tenang ini berlangsung.

Pemulihan aktivitas masyarakat mencakup pembukaan sektor pariwisata hingga layanan perbankan yang sebelumnya sempat lumpuh total. Laini menjelaskan bahwa perubahan signifikan terjadi jika dibandingkan dengan periode konflik bersenjata yang berlangsung intensif sejak Februari 2026 lalu.

"Di saat gencatan senjata berlangsung, hampir dua minggu berakhir, dan tempat wisata dibuka 100 persen, perkuliahan kita masih online hingga akhir semester, dan untuk perkantoran sendiri setengah WFH (work from home) dan setengah langsung dari perkantoran, dan perbankan kembali berjalan seperti biasa," kata Laini, WNI di Teheran.

Laini memberikan gambaran kontras mengenai kondisi saat perang masih berkecamuk di wilayah tersebut. Pada masa konflik, seluruh pekerja kantor diwajibkan bekerja dari rumah, layanan bank hanya tersedia secara terbatas di titik tertentu, dan seluruh objek wisata ditutup untuk umum.

Selain aktivitas ekonomi, masyarakat lokal di Iran secara rutin mengadakan aksi solidaritas pada malam hari. Pesan utama yang dibawa dalam pawai tersebut adalah tuntutan penghentian perang serta aspirasi mengenai kerugian yang dialami selama konflik berlangsung.

Ketidakpastian hasil perundingan kedua antara Iran dan Amerika Serikat memicu kesiapan warga setempat jika eskalasi militer kembali terjadi. Laini menyebutkan adanya klaim mengenai jutaan warga yang telah mendaftarkan diri guna mendukung pertahanan negara.

"Mereka juga jika benar-benar negosiasi tidak berjalan dengan lancar, mereka siap berkorban jiwa untuk melawan lawan dan mendukung pemerintahannya sendiri," ujar Laini.

Menanggapi situasi keamanan yang dinamis, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Iran telah mengeluarkan panduan keselamatan bagi seluruh WNI. Otoritas diplomatik meminta masyarakat Indonesia untuk tetap waspada dan menjauhi area yang berpotensi menjadi titik kumpul massa.

Artikel terkait

Rekomendasi