Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi motor utama inflasi tahunan sebesar 3,06 persen pada Selasa (4/5/2026). Dilansir dari Ekonomi, tekanan harga kebutuhan pokok tersebut tetap tinggi meski laju inflasi bulanan nasional mulai mengalami perlambatan.
Data terbaru menunjukkan inflasi tahunan (yoy) mencapai angka 2,42 persen, sementara inflasi bulanan berada pada level 0,13 persen. Kenaikan harga terjadi di seluruh kelompok pengeluaran masyarakat dengan sektor pangan memberikan andil paling signifikan terhadap kondisi ekonomi nasional.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan peran vital kelompok pangan dalam membentuk angka inflasi saat ini. Kontribusi kelompok ini tercatat menjadi yang paling dominan dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya.
"Kelompok tersebut memberikan andil sebesar 0,90% terhadap inflasi tahunan April 2026," ujar Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS.
Sejumlah komoditas protein dan kebutuhan dapur menjadi pemicu utama kenaikan indeks harga tersebut. Ikan segar memimpin dengan sumbangan 0,22 persen, disusul daging ayam ras sebesar 0,20 persen, serta beras yang memberikan andil 0,18 persen terhadap inflasi tahunan.
Produk lain seperti minyak goreng berkontribusi 0,08 persen dan telur ayam ras sebesar 0,06 persen. Tekanan harga tambahan juga datang dari komoditas tomat, daging sapi, serta jeruk yang masing-masing tercatat menyumbang 0,03 persen pada periode ini.
Meskipun secara tahunan mengalami kenaikan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mengalami deflasi tipis sebesar 0,06 persen secara bulanan pada April 2026. Penurunan harga cabai merah menjadi faktor penahan inflasi yang paling besar dengan angka 0,13 persen.
Bawang putih dan bawang merah juga turut menekan laju kenaikan harga dengan kontribusi deflasi masing-masing 0,09 persen dan 0,07 persen. Namun, stabilisasi harga pangan dinilai belum merata karena harga pangan strategis seperti beras dan minyak goreng terpantau masih bertahan tinggi di pasaran.