Komisi Eropa mengumumkan hasil tinjauan penyederhanaan Undang-Undang Deforestasi Uni Eropa (EUDR). Langkah ini dilansir dari Lestari berhasil memotong biaya kepatuhan bagi perusahaan hingga sekitar 75 persen.
Sebagian besar penghematan biaya terjadi karena pembaruan aturan bagi perusahaan kecil. Regulasi ini dibuat agar produk yang masuk atau keluar pasar Uni Eropa tidak menyumbang kerusakan hutan dunia.
Tinjauan Komisi Eropa mengusulkan perubahan cakupan aturan EUDR, termasuk membebaskan impor bahan kulit. Perubahan ini tidak membongkar inti undang-undang atau mengubah jadwal penerapan yang membuat kelompok pencinta lingkungan lega.
Dalam sebuah pernyataan setelah laporan itu terbit, kelompok pelestari alam WWF menyebut tinjauan Komisi Eropa ini sebagai "perubahan positif, dari yang tadinya hanya menakut-nakuti secara politik menjadi penerapan yang nyata."
"Kami senang melihat aturan EUDR ini akhirnya mulai dijalankan secara nyata, bukan cuma sekadar janji. Namun sekarang, Uni Eropa harus tetap teguh pada pendiriannya. Yang kita butuhkan saat ini adalah penerapan yang tegas, pengawasan yang jelas, dan kemauan politik untuk menepati janji-janji yang sudah dibuat sebelumnya," kata Anke Schulmeister-Oldenhove, Manajer Urusan Hutan di Kantor Kebijakan Eropa WWF.
Aturan EUDR diusulkan Komisi Uni Eropa pada November 2021 dan disahkan tahun 2023. Kebijakan ini melarang produk yang merusak hutan masuk ke pasar Uni Eropa.
Syarat ketat berlaku untuk bahan baku utama seperti minyak kelapa sawit, daging sapi, kayu, kopi, cokelat, karet, dan kedelai. Aturan juga menyasar produk turunan seperti bahan kulit, cokelat batangan, ban, atau furnitur.
Perusahaan wajib melakukan pemeriksaan mandiri yang ketat, termasuk melacak asal-usul produk sampai ke bidang tanah tempat dihasilkan. Hal ini membuktikan produk ditanam di lahan non-deforestasi setelah tahun 2020.
Penerapan EUDR sempat ditunda satu tahun atas permintaan Komisi Eropa agar perusahaan bersiap. Jadwal mulai berlaku mundur menjadi akhir tahun 2026 untuk perusahaan besar dan pertengahan tahun 2027 untuk perusahaan kecil.
Kesepakatan pembuat hukum juga menambahkan syarat agar Komisi Eropa melakukan tinjauan penyederhanaan baru paling lambat akhir April 2026. Tinjauan bertujuan menilai beban birokrasi dan dampak peraturan.
Komisi Eropa mengumumkan rencana aturan baru mengubah daftar barang terkena EUDR. Produk turunan baru seperti kopi instan dan beberapa jenis minyak kelapa sawit olahan kini dimasukkan.
Sebaliknya, beberapa barang dihapus dari daftar. Barang tersebut meliputi bahan kulit, ban vulkanisir, sampel produk, bahan kemasan tertentu, serta barang bekas.
Penghematan Biaya Mencapai 2 Miliar Euro
Pemerintah memperkirakan langkah penyederhanaan memotong biaya tahunan perusahaan dari 8,1 miliar Euro menjadi 2 mian Euro per tahun. Penghematan ditopang sistem aturan yang lebih gampang bagi pengusaha mikro dan kecil.
Faktor pendukung lain adalah masuknya lebih banyak negara ke kategori risiko rendah kerusakan hutan. Perusahaan kini juga cukup mengirimkan laporan pemeriksaan mandiri sekali setahun saja.
Laporan menemukan peraturan deforestasi mendorong peningkatan investasi pelacakan jalur pasokan barang. Kebijakan ini meningkatkan keterbukaan informasi serta membuka peluang pasar baru produk ramah lingkungan.
ÔÇ£Penyederhanaan akan mengurangi beban urusan birokrasi. Langkah ini diperkirakan bisa memotong biaya tahunan perusahaan untuk mematuhi aturan hingga sekitar 75 persen. Upaya kita sepenuhnya fokus untuk mempermudah penerapan aturan dengan cara yang paling efisien. Sekarang, kita semua harus bekerja sama agar undang-undang ini bisa mulai berjalan dengan sukses pada akhir tahun 2026, dan selalu ingat tujuan pentingnya, yaitu mengurangi penggundulan hutan di seluruh dunia,ÔÇØ papar Jessika Roswall, Komisaris Urusan Lingkungan, Ketahanan Air, dan Ekonomi Sirkulasi yang Kompetitif.