Kodim Tasikmalaya Bersama OJK Deklarasikan Perang Lawan Finansial Digital Ilegal

Kodim Tasikmalaya Bersama OJK Deklarasikan Perang Lawan Finansial Digital Ilegal
Foto: Ilustrasi Kodim Tasikmalaya Bersama OJK Deklarasikan Perang Lawan Finansial Digital Ilegal.

Sinergi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan finansial digital dilakukan oleh Kodim 0612 Tasikmalaya bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini diwujudkan melalui deklarasi dan edukasi keuangan pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional, seperti dikutip dari Media Indonesia.

Kegiatan yang berfokus pada penolakan aktivitas keuangan ilegal tersebut diselenggarakan di aula Makodim 0612 Tasikmalaya. Agenda penting ini diikuti oleh ratusan prajurit TNI sebagai bentuk komitmen nyata di lapangan.

Kepala Staf Kodim 0612 Tasikmalaya Mayor Czi Wawan Muhamad Nurodin menjelaskan, kolaborasi ini bertujuan memperkuat benteng pertahanan prajurit dari risiko digital. Kejahatan finansial non-resmi dinilai menjadi ancaman serius bagi ketahanan ekonomi personal maupun institusi.

"Perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kesiapan mental dan pengetahuan. Pprajurit harus menjadi contoh dalam penggunaan teknologi bijak serta mampu melindungi diri dan keluarga dari jebakan aktivitas ilegal," ujarnya, Senin (18/5).

Pada kesempatan yang sama, Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati memaparkan fenomena dua sisi dari kemajuan instrumen digital. Walau memberikan efisiensi, ruang digital juga memperluas celah bagi modus penipuan baru seperti investasi bodong.

"Berdasarkan hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan 2025, masih banyak masyarakat telah menggunakan layanan keuangan yang belum sepenuhnya memahami risiko maupun keamanan penggunaan. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor meningkatnya korban penipuan keuangan digital," ujarnya.

Nofa menambahkan bahwa pelaku kejahatan kini memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk memperbarui metode penipuan. Salah satu teknik yang diwaspadai adalah panggilan telepon tanpa suara guna merekam sampel suara korban.

Jawa Barat saat ini tercatat sebagai salah satu provinsi dengan tingkat aduan penipuan digital yang cukup tinggi. Oleh karena itu, penguatan literasi keuangan lewat kerja sama lintas sektor menjadi prioritas mendesak.

Artikel terkait

Rekomendasi