Kado Kejutan di Usia 15: Kisah Tsurayya Menuju Tanah Suci

Kado Kejutan di Usia 15: Kisah Tsurayya Menuju Tanah Suci
Foto: Ilustrasi Kado Kejutan di Usia 15: Kisah Tsurayya Menuju Tanah Suci.

Kesempatan menunaikan ibadah haji biasanya datang setelah usia menginjak telah senja. Namun, hal itu justru hadir sebagai kejutan bagi Tsurayya Ufairotummarwa, seorang remaja asal Ponorogo, Jawa Timur, yang kini menjadi sorotan karena akan menunaikan rukun Islam kelima tersebut di usia yang baru menginjak 15 tahun.

Di tengah masa tunggu haji yang panjang, Tsurayya justru mendapat kesempatan berangkat saat masih duduk di bangku sekolah. Ia baru mengetahui telah didaftarkan orang tuanya sejak usia balita. Kini, Tsurayya dijadwalkan berangkat bersama tiga kakaknya pada musim haji 2026.

Remaja asal Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo ini tak pernah menyangka dirinya akan berangkat ke tanah suci di usia 15 tahun. Orang tuanya ternyata telah diam-diam mendaftarkannya sejak 2012 silam, atau saat dirinya masih berusia 2 tahun.

Tak ada firasat, apalagi rencana dalam benaknya sejak kecil. Tsurayya bahkan baru mengetahui dirinya telah didaftarkan haji saat menerima kabar keberangkatan tahun lalu. Sejak itu, rasa tak percaya perlahan berubah menjadi haru dan bahagia.

"Ya kaget pas tahun lalu diberitahu bakal berangkat haji 2026 ini," ungkap Tsurayya.

Siswi kelas X Pondok Pesantren (PP) Al-Islam Joresan ini tidak akan melintasi samudera menuju Mekkah seorang diri. Ia bakal didampingi oleh ketiga kakaknya yang usianya pun masih di bawah 20 tahun.

Tiga saudaranya tersebut adalah Alifah Dzakiyatunauwah (19), Banif Hanifinasywa (18), dan Tabina Nabahatul Wasyfa (17). Keempat bersaudara ini akan bergabung dengan jemaah haji lainnya dalam kloter 19 embarkasi Juanda Surabaya.

"Bareng tiga kakak, tidak ada yang dikasih tahu kalau sudah didaftarkan haji oleh orang tua, tahunya baru tahun lalu saat mendapat undangan berangkat," kisahnya.

Persiapan Fisik dan Dukungan Sekolah

Meski berangkat di usia yang sangat belia, Tsurayya tetap menjalani rangkaian persiapan haji dengan serius. Anak bungsu dari pasangan Munif Arfawie dan Elfi MuaÔÇÖawanah ini mulai mengikuti manasik dan berbagai pembekalan lainnya.

Ia mulai menghafal doa-doa, mempelajari rangkaian ibadah haji, hingga menjaga kondisi fisik dengan rutin berolahraga. Pagi hari, jogging menjadi kebiasaan barunya yang dijalani bersama saudara-saudaranya yang akan menemaninya ke tanah suci.

Pihak sekolah pun memberikan dukungan penuh. Izin khusus diberikan agar Tsurayya dapat fokus menjalankan ibadah tanpa harus memikirkan beban pembelajaran di kelas selama berada di Arab Saudi.

"Teman-teman sekolah juga kaget, senang juga tahu kalau saya berangkat. Ya baru kali ini sih ada yang haji untuk siswa," tutur Tsurayya.

Bekal Akhirat dari Sang Ibu

Keputusan besar mendaftarkan anak-anak di usia dini bukan tanpa alasan. Elfi MuaÔÇÖawanah, ibu dari Tsurayya, menceritakan bahwa pada tahun 2012 ia sebenarnya ingin mendaftar haji kembali, namun sang suami memiliki pandangan lain.

"Karena haji wajibnya satu kali, akhirnya kami putuskan dialihkan ke anak-anak biar kuat agama lahir batin serta fisiknya sebagai bekal hidup dunia akherat," tegas Elfi.

Langkah ini juga diambil setelah mendapatkan nasihat dari seorang kiai yang menyarankan untuk mendahulukan urusan akhirat daripada dunia. Bagi keluarga ini, mendaftarkan haji adalah bentuk investasi spiritual bagi masa depan anak-anak mereka.

"Sehingga mendaftarkan haji adalah salah satu urusan akherat. Sehingga didahukukan untuk membekali anak-anak," pungkas Elfi.

Kontras Usia di Kloter Ponorogo

Kehadiran Tsurayya dan kakak-kakaknya memberikan warna tersendiri dalam rombongan jemaah haji asal Ponorogo tahun ini. Kantor Kementerian Agama setempat mencatat adanya kontras usia yang cukup jauh di antara para jemaah.

Jika Tsurayya menjadi salah satu yang termuda, jemaah haji tertua dari Ponorogo tercatat berusia 91 tahun atas nama Siti Robiah dari Desa Prajegan, Sukorejo. Data petugas menunjukkan bahwa sekitar 20 persen jemaah haji Ponorogo tahun ini memang telah berusia di atas 60 tahun.

Sebanyak 565 jemaah haji beserta petugas dari wilayah ini dijadwalkan berangkat melalui kloter 19 dan 20 Embarkasi Surabaya pada Minggu, 26 April 2026. Perjalanan ini menjadi babak baru bagi Tsurayya, sebuah kejutan masa kecil yang akhirnya menjadi kenyataan di masa remaja.

Artikel terkait

Rekomendasi