Seorang wanita berusia 56 tahun bernama Partijah atau yang akrab disapa Mak Ijah memilih untuk tetap bertahan di kediamannya yang kini terkepung lautan. Dilansir dari Kompas, Mak Ijah tinggal bersama keluarganya di sebuah kawasan yang dulunya merupakan dusun padat penduduk.
Dusun tersebut sebelumnya dihuni oleh sekitar 200 kepala keluarga, namun kini seluruh warga telah mengungsi akibat abrasi yang ekstrem. Mak Ijah dan keluarga kecilnya menjadi satu-satunya penghuni yang masih bertahan di wilayah yang kini didominasi oleh air laut tersebut.
Di tengah kondisi lingkungan yang menantang, sosok yang dijuluki "Kartini Laut Sayung" ini secara mandiri terus melakukan penanaman mangrove. Aksi gigih Mak Ijah dalam menjaga kelestarian pesisir tersebut akhirnya menarik perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kemudian memberikan apresiasi berupa bantuan rumah apung untuk Mak Ijah. Fasilitas tempat tinggal baru ini membuat Mak Ijah semakin bersemangat dalam menjalankan aktivitas pembibitan serta penanaman mangrove di sepanjang pantai sekitar rumahnya.
Upaya telaten yang dilakukannya selama ini mulai menampakkan hasil nyata bagi ekosistem lokal. Kawasan di sekitar tempat tinggal Mak Ijah kini telah ditumbuhi rimbunnya hutan mangrove yang berfungsi efektif sebagai penahan abrasi alami.
Selain menjaga daratan dari gerusan air laut, hutan mangrove tersebut kini menjadi habitat bagi berbagai biota laut seperti ikan, kepiting, dan udang, serta menjadi tempat bernaung bagi kawanan burung pesisir.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, menyatakan bahwa bantuan rumah apung merupakan salah satu solusi adaptif untuk mengatasi persoalan lingkungan di wilayah pesisir.
Teknologi rumah apung ini diterapkan khususnya untuk menjawab permasalahan di Desa Timbulsloko dan Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak, yang selama ini terendam air laut secara permanen.
Pemberian bantuan bagi nelayan yang terdampak abrasi di Sayung ini dijalankan sesuai dengan semangat Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah. Program tersebut merupakan bentuk komitmen dari Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin.
Data pemerintah menunjukkan bahwa hingga pengujung tahun 2025, sebanyak 15 unit rumah apung telah berhasil dibangun. Pembangunan ini melibatkan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Demak dan dukungan dana CSR dari Bank Jateng.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merencanakan keberlanjutan program ini pada periode berikutnya. Rencananya, pada tahun 2026 mendatang akan dibangun kembali 20 unit rumah apung tambahan bagi warga di wilayah Sayung yang terdampak abrasi.