Rahmi Shofia, yang populer dengan nama Mimi Campervan, telah merampungkan etape pertama penjelajahan wilayah timur Indonesia menggunakan mobil modifikasi hingga akhir tahun 2024. Mantan karyawan kantoran tersebut memutuskan beralih profesi menjadi penjelajah solo setelah merefleksikan rutinitas kerjanya selama pandemi COVID-19.
Sebagaimana dilansir dari Detik Travel, keputusan besar ini diambil Mimi setelah menjalani karier sebagai pegawai sejak tahun 2010. Kejenuhan terhadap jadwal kerja yang padat mendorongnya untuk mencari makna hidup baru melalui perjalanan lintas provinsi.
"Dulu hidupnya, aktivitasnya bener-bener kayak karyawan biasa aja, Senin-Jumat kerja kadang sampai malam, lembur-lemburan. Sabtu-Minggu udah capek, udah nggak ada waktu," kata Mimi.
Sebelum menetapkan pilihan pada unit campervan, Mimi sempat berpindah tempat kerja ke beberapa kota besar seperti Jakarta, Bali, hingga Malang. Fase pandemi saat ia berada di Bali menjadi katalis utama yang mengubah pandangan hidupnya secara drastis.
"Pas ketika udah di Bali (pandemi) ngerasain 'aduh hidup begini-gini aja ya' gitu.Waktu itu umur di 35-36 tahunan, ngerasa kayaknya aku udah deh berhenti aja bekerja aku mau traveling, mulainya itu karena ngerasain pas pandemi. Ngerasa banyak hal yang terjadikan di fase itu, ada teman yang meninggal lah, perubahan sangat drastis siapapun ke-impact gitu, nah salah satunya aku yang merubah pandangan hidupku," tutur Mimi.
Mimi menjelaskan bahwa statusnya yang belum menikah saat itu memberinya ruang untuk bertanggung jawab sepenuhnya atas pilihan hidup yang berisiko. Ia sempat memulai petualangan dengan menggunakan sepeda motor di area Bali sebelum beralih ke kendaraan roda empat demi alasan keamanan.
"Jadi intinya selama aku tanggung jawab pada diri aku sendiri kayaknya aku mau traveling deh, aku keliling lah saat itu motoran waktu di Bali. Kayaknya kalau motoran teman-temanku bilang gak safety kalau camping, kayanya coba mobil deh, nah kepikiran bikin mobil (campervan)," jelas Mimi.
Setelah mengundurkan diri dari pekerjaannya, Mimi memilih unit Daihatsu Luxio sebagai basis kendaraan penjelajahnya di Malang. Pemilihan model ini didasarkan pada pertimbangan kemampuan finansial serta kemudahan teknis jika terjadi kendala mesin di tengah perjalanan.
"Saat itu aku dari Bali udah pindah ke Malang, aku udah resign dan aku beli aja mobil yang semampuku. Baik secara finansial dan kemampuan knowledge aku kalau trouble di jalan aku masih bisa, waktu itu (mobilnya) Luxio jadi gampang," lanjut Mimi.
Sejak memulai perjalanan pada akhir tahun 2022, Mimi telah mengeksplorasi sedikitnya 35 titik di wilayah timur Indonesia. Rute tersebut mencakup Bali, Lombok, Sumbawa, Bima, Flores, Sumba, Maluku, hingga melintasi batas negara ke Timor Leste.
"Dan sekarang berhenti 1 tahun, ada juga cerita kenapa berhenti dan sekarang karena udah 40 tahun aku ngerasa, karena baru menikah kemarin dan suami orang luar, jadi aku harus pindah. Sebelum pindah aku mau menyelesaikan perjalanan Indonesia aku, karena kemarin baru Indonesia Timur bagian bawah, jadi ini akan mulai lagi Mimi Campervan berikutnya sebelum aku pindah ke negara suami gitu," lengkap Mimi.