Ekspor Besi Baja dan CPO Tumbuh di Kuartal I/2026 Saat Batu Bara Lesu

Ekspor Besi Baja dan CPO Tumbuh di Kuartal I/2026 Saat Batu Bara Lesu
Foto: Ilustrasi Ekspor Besi Baja dan CPO Tumbuh di Kuartal I/2026 Saat Batu Bara Lesu.

Kinerja pengiriman komoditas unggulan nonmigas Indonesia mencatatkan tren yang bervariasi sepanjang kuartal I/2026. Produk hilirisasi seperti besi baja dan minyak kelapa sawit (CPO) mengalami penguatan, namun batu bara justru terkontraksi tajam dari sisi nilai maupun volume.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa nilai ekspor besi dan baja mengalami pertumbuhan tipis sebesar 0,56 persen menjadi US$6,53 miliar pada periode Januari hingga Maret 2026. Komoditas ini menjadi salah satu penopang utama dengan kontribusi 10,27 persen terhadap total ekspor nonmigas, seperti dikutip dari Ekonomi.

Meskipun nilainya tumbuh, volume pengiriman besi dan baja tercatat menyusut 2,22 persen menjadi 5,26 juta ton. Fenomena ini mengindikasikan adanya pergeseran struktur permintaan atau tekanan harga yang terjadi di pasar global saat ini.

Di sisi lain, komoditas CPO beserta produk turunannya menunjukkan performa yang lebih kokoh. Nilai ekspor kelompok ini meningkat 3,56 persen dengan total mencapai US$6,11 miliar sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026.

Peningkatan juga terlihat pada volume ekspor CPO yang naik signifikan sebesar 9,30 persen menjadi 5,85 juta ton. Capaian ini menegaskan bahwa permintaan pasar internasional terhadap produk minyak sawit Indonesia masih sangat kuat.

Hingga saat ini, CPO memegang peranan strategis dengan menyumbang 9,61 persen terhadap total ekspor nonmigas nasional. Angka tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci di pasar komoditas internasional.

Penurunan Ekspor Batu Bara

Berbanding terbalik dengan CPO, sektor batu bara justru mengalami tekanan yang cukup mendalam. Nilai ekspor komoditas energi ini merosot 11,51 persen menjadi US$5,50 miliar, disertai penyusutan volume sebesar 6,62 persen menjadi 85,87 juta ton.

Kondisi lesu pada sektor batu bara ini menjadi sinyal melemahnya permintaan energi global atau adanya penurunan harga komoditas di pasar dunia. Padahal, batu bara selama ini menjadi salah satu tumpuan utama perolehan devisa ekspor Indonesia.

Secara akumulatif, total kinerja ekspor Indonesia pada periode Januari-Maret 2026 hanya tumbuh tipis 0,34 persen dengan nilai US$66,85 miliar. Pertumbuhan tersebut didorong oleh sektor nonmigas yang secara keseluruhan naik 0,98 persen menjadi US$63,60 miliar.

Data Kinerja Ekspor Nonmigas Kuartal I/2026
Komoditas UnggulanNilai Ekspor (US$)Pertumbuhan NilaiKontribusi (%)
Besi dan Baja6,53 Miliar0,56%10,27%
CPO dan Turunan6,11 Miliar3,56%9,61%
Batu Bara5,50 Miliar-11,51%Tidak Disebutkan

Artikel terkait

Rekomendasi