Kin Space atau Kids Nusantara kembali menyapa masyarakat sebagai ruang keluarga interdisipliner yang mengintegrasikan budaya, seni, pendidikan, permainan, galeri, ritel, hingga ruang kreatif. Ekosistem ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan anak-anak dan keluarga dalam satu lokasi.
Seperti dikutip dari Investor Daily, wadah kreatif ini mengusung semangat Nusantara sebagai identitas utamanya. Langkah tersebut diambil guna menyajikan pengalaman belajar kebudayaan Indonesia secara interaktif, imersif, sekaligus relevan bagi kehidupan generasi muda masa kini.
Kawasan SCBD Park Jakarta dipilih menjadi lokasi pelaksanaan Kin Space yang berlangsung sejak 20 April hingga 1 Mei 2026. Seluruh rancangan ruang, aktivitas, dan identitas di dalamnya dibangun dengan menjadikan kekayaan budaya Indonesia sebagai sumber inspirasi utama.
Destinasi ini mengemban misi besar untuk menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak terhadap kebudayaan domestik. Melalui pendekatan tersebut, pendidikan dipertemukan dengan imajinasi demi membuka akses bagi generasi muda untuk mendalami warisan leluhur secara menyenangkan.
Catatan kunjungan ke lokasi ini menyentuh angka rata-rata 5.000 pengunjung pada setiap bulan. Target audiens yang disasar meliputi keluarga muda, lembaga pendidikan usia dini, kalangan profesional, wisatawan mancanegara, hingga para pencinta seni.
Kehadiran pusat kreativitas ini turut memperkuat ketersediaan ruang budaya bagi keluarga di tengah padatnya kawasan urban Jakarta. Konsep yang diusung dinilai memberikan alternatif edukasi yang segar bagi masyarakat perkotaan.
Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo memberikan pandangan positif terhadap metode yang diterapkan. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi terobosan krusial dalam mengenalkan nilai-nilai lokal kepada generasi penerus lewat cara yang lebih adaptif.
"Budaya harus dekat dengan kehidupan masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga. Pendekatan yang interaktif dan partisipatif seperti yang dilakukan Kin Space menjadi cara efektif untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia sejak usia dini," ujar dia, Rabu (20/5/2026).
Pembangunan ruang kreatif ini bersandar pada tiga pilar nilai utama, yakni menciptakan kenyamanan, menjaga keberlanjutan, serta merayakan keberagaman. Kenyamanan diwujudkan lewat penyediaan lingkungan yang aman, suportif, dan menyenangkan bagi seluruh segmen pengunjung.
Aspek keberlanjutan diterapkan melalui komitmen nyata untuk menjaga kelestarian bumi sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan kepada generasi masa depan. Sementara itu, nilai keberagaman direfleksikan melalui representasi kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia dalam tiap programnya.
Salah satu pusat perhatian utama di lokasi ini adalah Pesta Riang Nusantara. Program tersebut merupakan sebuah pameran instalasi interaktif yang mengangkat tema Warisan Budaya Takbenda Indonesia melalui suguhan pengalaman yang partisipatif.
Melalui wahana imersif ini, anak-anak beserta anggota keluarga diajak untuk mengenal kebudayaan sebagai sesuatu yang hidup dan dapat dirasakan secara langsung. Ragam tiruan makanan tradisional, permainan kuno, hingga alat musik daerah disediakan dalam bentuk instalasi khusus.
Pengunjung dapat melihat, merasakan, memainkan, bahkan memeluk objek-objek di dalam ruang pameran. Anak-anak dibebaskan untuk mencoba permainan dakon berukuran raksasa, menikmati simulasi festival layang-layang Bali, hingga mengeksplorasi produksi suara dari instrumen musik tradisional Nusantara.