Umat Islam Amalkan Ayat Kursi demi Keutamaan Ibadah dan Perlindungan

Umat Islam Amalkan Ayat Kursi demi Keutamaan Ibadah dan Perlindungan
Foto: Ilustrasi Umat Islam Amalkan Ayat Kursi demi Keutamaan Ibadah dan Perlindungan.

Umat Islam di berbagai belahan dunia terus mengamalkan bacaan Ayat Kursi yang terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 255 pada Rabu, 15 April 2026, sebagai bagian dari rutinitas ibadah harian. Ayat ini dinilai memiliki kedudukan sangat penting karena mengandung makna mendalam tentang kekuasaan dan keagungan Allah SWT.

Kandungan makna dalam ayat tersebut menegaskan sifat-sifat Tuhan yang kekal dan tak terbatas, mulai dari pengurusan makhluk hingga luasnya ilmu yang meliputi langit dan bumi. Penafsiran mendalam mengenai ayat ini menjadi perhatian penting bagi umat dalam memahami tauhid secara menyeluruh sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Tafsir Jalalain edisi Indonesia terbitan Shahih memberikan penjelasan mengenai penggalan ayat pertama yang menegaskan hak tunggal penyembahan bagi Allah. Makna "Yang Mahahidup" merujuk pada sifat kekal-Nya, sementara "terus-menerus mengurus" menggambarkan pemeliharaan makhluk yang tanpa henti.

Mengenai jaminan keamanan dan pahala, terdapat keistimewaan khusus bagi mereka yang konsisten membaca ayat ini setelah menjalankan kewajiban salat. Asaduddin Luqman dalam buku Fadhilah Al-Qur'an memaparkan berbagai landasan hadis yang memperkuat anjuran amalan tersebut.

"Barang siapa yang membaca Ayat Kursi setiap setelah salat fardhu, maka ia dalam tanggungan Allah sampai salat berikutnya." ujar Nabi Muhammad SAW dalam hadis riwayat Thabrani dan Dailami.

Selain perlindungan harian, amalan ini juga disebut sebagai pembuka pintu surga bagi setiap muslim yang menjaganya. Penegasan ini muncul dalam riwayat lain yang menekankan besarnya kasih sayang dan rahmat yang dibentangkan bagi pembaca ayat agung tersebut.

"Barang siapa membaca Ayat Kursi setiap selesai salat fardhu, maka Allah akan memberinya hati orang-orang yang bersyukur, amal kaum shiddiqin, pahala para Nabi, dengan anugerah-Nya Allah membentangkan rahmat untuknya dan tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga kecuali jika ia mati, maka ia akan segera memasukinya." sabda Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan Ibnu Najjar.

Dalam sebuah dialog mengenai tingkatan keutamaan surat dan ayat dalam kitab suci, posisi Ayat Kursi menempati urutan tertinggi. Hal ini dikonfirmasi melalui catatan riwayat Al-Baghawi yang membandingkan berbagai bagian Al-Qur'an.

"Manakah surah Al-Qur'an yang paling utama? Rasulullah bersabda: Surah Al-Baqarah. Kemudian ditanyakan: manakah ayat Al-Qur'an yang paling utama? Rasulullah bersabda: Ayat Kursi." bunyi hadis riwayat Al-Baghawi.

Manfaat perlindungan juga mencakup penjagaan dari gangguan setan, terutama saat seseorang hendak beristirahat di malam hari. Petunjuk teknis mengenai hal ini disampaikan agar umat mendapatkan pengawalan spiritual hingga pagi hari.

"Ketika beranjak ke tempat tidurmu maka bacalah Ayat Kursi "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya)", sampai akhir ayat, maka tidak akan henti-hentinya dijaga oleh Malaikat Hafadhoh yang diutus Allah dan sungguh setan tidak akan mendekat kepadamu sampai waktu pagi." pesan Rasulullah SAW dalam riwayat Bukhari dan Baihaqi.

Selain pada waktu tidur, perlindungan ganda juga didapatkan jika ayat ini dikombinasikan dengan bagian dari Surah Al-Ghafir pada waktu pagi dan sore. Praktik ini menjadi benteng spiritual bagi individu dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

"Barang siapa yang membaca "Haa Miim Al-Mu'min sampai llaihil Mashir" (Surah Al-Ghafir) dan Ayat Kursi ketika pagi maka akan dijaga dengan keduanya sampai sore dan barang siapa yang membaca keduanya pada waktu sore maka akan dijaga dengan keduanya sampai waktu pagi." terang Rasulullah SAW dalam riwayat Tirmidzi dan Darimi.

Artikel terkait

Rekomendasi