Sebanyak 48,7 persen masyarakat usia produktif di Indonesia merupakan generasi sandwich yang menanggung beban finansial keluarga, namun hanya 13,4 persen di antaranya yang memiliki kesiapan finansial memadai. Data ini terungkap melalui survei Astra Life dan Katadata Insight Center terhadap 1.828 responden berusia 25-45 tahun pada September 2022, sebagaimana dilansir dari Investortrust pada 17 Agustus 2023.
Kesenjangan tersebut menunjukkan rendahnya kemampuan generasi sandwich untuk memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menabung atau berinvestasi. Marketing, Alternate & Direct Business Group Head Astra Life, Windy Riswantyo, menyoroti pentingnya ketahanan finansial bagi kelompok usia produktif yang memiliki beragam target keuangan jangka panjang maupun pendek.
"Untuk itu, kita berikan beberapa tips agar bisa memiliki ketahanan finansial untuk melanjutkan hidup diri sendiri dan keluarganya, khususnya dalam semangat HUT ke-78 Republik Indonesia ini," ujar Windy Riswantyo, Marketing, Alternate & Direct Business Group Head Astra Life.
Empat langkah utama ditawarkan sebagai referensi untuk mencapai kemerdekaan finansial, dimulai dari pengelolaan gaji yang disiplin agar pendapatan selalu lebih besar dari pengeluaran. Alokasi ideal yang disarankan meliputi 30 hingga 50 persen untuk biaya hidup, maksimal 30 persen untuk utang, serta minimal masing-masing 10 persen untuk investasi dan proteksi.
Selain disiplin anggaran, generasi sandwich juga diingatkan untuk mewaspadai pengeluaran tidak terencana atau "bocor halus" akibat gaya hidup dan tekanan sosial. Fenomena FOMO (fear of missing out) seringkali memicu pengeluaran berlebih untuk produk digital, kafe, atau gawai terbaru yang sebenarnya bukan prioritas utama.
Strategi selanjutnya mencakup penyediaan dana darurat sebesar 3 sampai 6 kali pengeluaran bulanan serta pemilihan instrumen investasi yang aman bagi pemula, seperti obligasi atau reksa dana. Astra Life turut memperkenalkan produk Flexi Life sebagai solusi asuransi jiwa murni dengan uang pertanggungan hingga Rp5 miliar untuk memitigasi risiko tutup usia bagi pencari nafkah.
Langkah terakhir dalam pengelolaan keuangan adalah melakukan evaluasi atau review berkala terhadap seluruh pos pengeluaran dan kebutuhan proteksi. Evaluasi rutin ini berfungsi untuk mengubah kebiasaan buruk dalam pengeluaran dan memastikan perlindungan yang dimiliki tetap relevan dengan setiap tahapan kehidupan.