Donald Trump Nyatakan Kesepakatan Damai AS dan Iran Segera Rampung

Donald Trump Nyatakan Kesepakatan Damai AS dan Iran Segera Rampung
Foto: Ilustrasi Donald Trump Nyatakan Kesepakatan Damai AS dan Iran Segera Rampung.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Republik Islam Iran telah sebagian besar dinegosiasikan dan rinciannya akan segera diumumkan dalam waktu dekat. Kesepakatan strategis ini mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz yang krusial bagi jalur logistik dunia, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia pada Sabtu waktu setempat.

Melalui media sosialnya, Trump mengungkapkan adanya pembicaraan yang sangat positif dengan para pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan negara lainnya. Pembicaraan tersebut berkaitan dengan sebuah Nota Kesepahaman (MoU) mengenai perdamaian regional.

"Sebuah kesepakatan telah sebagian besar dinegosiasikan, tinggal menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lainnya yang terdaftar," kata Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump menjelaskan bahwa komunikasi intensif terus berjalan dengan berbagai pihak internasional untuk merampungkan poin-poin perjanjian tersebut.

"Aspek akhir dan rincian kesepakatan saat ini sedang dibahas, dan akan diumumkan dalam waktu singkat," kata Trump, Presiden Amerika Serikat.

Selain berkomunikasi dengan para pemimpin negara Arab, Trump juga melakukan pembicaraan via telepon yang berjalan sangat baik dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Pemimpin AS itu menegaskan bahwa kesepakatan ini mutlak akan mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir.

Respons positif juga datang dari pihak Teheran melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei membenarkan adanya konvergensi posisi antara kedua negara dalam sepekan terakhir, di mana Iran berniat mencapai kesepakatan dalam bentuk kerangka kerja yang terdiri dari 14 poin.

Proses finalisasi memorandum saat ini sedang berjalan dan pembicaraan lanjutan diharapkan dapat digelar dalam waktu 30 hingga 60 hari ke depan demi mencapai kesepakatan akhir.

"Posisi AS dan Iran memang semakin mendekat, namun hal itu tidak berarti kesepakatan otomatis tercapai pada isu-isu utama," ujar Esmaeil Baqaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Perkembangan diplomasi ini menandai perubahan situasi yang dramatis setelah ketegangan sempat memuncak akibat Trump menolak tuntutan Teheran pada awal April lalu. Demi mengawal periode krusial ini di Washington DC, Trump bahkan membatalkan kehadirannya di pernikahan putranya, Donald Jr.

Saat ini, Komando Pusat AS (Centcom) melaporkan masih memblokade pelabuhan Iran sejak 13 April dengan mengalihkan 100 kapal dan melumpuhkan empat kapal. Sebaliknya, sebanyak 26 kapal bantuan kemanusiaan diizinkan melintas di jalur laut tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi