Kesaksian Mengejutkan Pemilik Kontrakan Lokasi Balita Terikat di 2026

Kesaksian Mengejutkan Pemilik Kontrakan Lokasi Balita Terikat di 2026
Foto: Kesaksian Mengejutkan Pemilik Kontrakan Lokasi Balita Terikat di 2026. (Illustration by Pexels)

Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Dusun Kedaton, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul pada Senin (1/6) malam lalu. Seorang balita perempuan berinisial ACB ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di sebuah rumah kontrakan.

Bocah berusia tiga tahun tersebut ditemukan lemas dengan mulut tertutup lakban. Tak hanya itu, kedua tangan dan kakinya juga dalam keadaan terikat kuat.

Kronologi Penemuan Balita di Rumah Kontrakan

Aksi keji ini diduga dilakukan oleh ibu kandung korban sendiri yang berinisial TKS (25). Terduga pelaku diketahui merupakan warga asal Tulangbawang, Lampung, namun memegang KTP Gunungkidul.

Mamat, pemilik kontrakan setempat, mengungkapkan bahwa insiden ini terungkap berkat kecurigaan tetangga. Penghuni rumah di sebelah kontrakan TKS mendengar suara tangisan bayi yang tidak biasa.

Langkah evakuasi yang dilakukan warga saat kejadian adalah sebagai berikut:

  • Warga mendatangi lokasi setelah mendengar suara tangisan balita yang terus-menerus.
  • Pintu rumah kontrakan terpaksa dibuka secara paksa menggunakan linggis untuk masuk ke dalam.
  • Warga menemukan korban sendirian di dalam rumah dengan kondisi badan terikat dan mulut dilakban.
  • Melepaskan seluruh ikatan dan lakban pada tubuh balita tersebut sebelum menyerahkannya ke pihak berwenang.

Mamat menjelaskan bahwa proses pembukaan pintu berlangsung cepat karena situasi lingkungan sekitar saat itu sedang relatif sepi. Setelah berhasil menyelamatkan balita tersebut, ia segera melapor kepada petugas Bhabinkamtibmas Pleret.

Sosok Ibu Korban di Mata Pemilik Kontrakan

Selama tinggal di sana, Mamat menilai kepribadian TKS tergolong normal dan tidak menunjukkan perilaku yang mencurigakan. Ia berinteraksi layaknya penghuni kontrakan lainnya tanpa tanda-tanda gangguan kesehatan tertentu.

TKS diketahui sudah menempati rumah kontrakan tersebut selama kurang lebih tiga tahun. Selama ini, ia hanya tinggal berdua bersama sang anak karena suaminya bekerja di luar kota.

Berikut adalah ringkasan informasi mengenai profil penghuni kontrakan tersebut:

Identitas / Status Keterangan Detail
Inisial Ibu (Pelaku) TKS (25 tahun)
Lama Tinggal Sekitar 3 tahun di Pleret, Bantul
Keberadaan Suami Bekerja di Jakarta dan jarang pulang
Lokasi Kejadian Kontrakan deret paling ujung di Kedaton

Suami TKS yang berinisial RF dikabarkan langsung menuju Bantul begitu mendengar kabar mengenai kondisi anaknya. RF biasanya hanya sesekali pulang ke rumah karena tuntutan pekerjaan di Jakarta.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, rumah kontrakan yang terletak di ujung deretan itu terlihat masih memiliki aktivitas. Sebuah sepeda motor tampak terparkir di halaman depan rumah tersebut.

Meski terlihat ada orang di dalam rumah, tidak ada pihak keluarga yang memberikan respons saat dimintai konfirmasi. Saat ini, kasus tersebut sudah ditangani secara resmi oleh pihak kepolisian.

TKS telah diamankan oleh personel Polsek Pleret untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi terus mendalami motif di balik tindakan penganiayaan dan penyekapan terhadap anak kandung tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi