Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan kenaikan pangkat anumerta serta hak pensiun bagi aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para abdi negara tersebut.
Dilansir dari Nasional, salah satu korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai Nurlaela, seorang Guru Ahli Pertama di SD Negeri Pulo Gebang 11, Jakarta Timur. Pemerintah memastikan proses administrasi kepegawaian bagi para korban akan diselesaikan dengan segera.
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah ini dan menegaskan tanggung jawab negara terhadap para pegawai yang gugur. Penegasan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi pada Kamis (30/4/2026).
"Sebagai Kepala BKN, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya ASN dalam kejadian ini. Negara akan memastikan korban mendapatkan penghargaan sepantasnya atas dedikasi dan pengabdiannya," kata Zudan, Kepala BKN.
BKN telah menerbitkan pertimbangan teknis untuk pemberian pensiun janda atau duda bagi keluarga ASN yang meninggal dalam tugas. Selain itu, status kenaikan pangkat anumerta setingkat lebih tinggi diberikan karena korban dinilai memenuhi kriteria pengabdian.
Koordinasi intensif juga dilakukan BKN bersama PT Taspen guna menjamin pemenuhan seluruh hak finansial ahli waris secara tepat waktu. Paket bantuan mencakup santunan kematian akibat kecelakaan kerja, uang duka, biaya pemakaman, hingga bantuan beasiswa pendidikan.
"Melalui langkah-langkah ini, BKN menunjukkan tidak hanya sebagai pengelola kepegawaian, tetapi juga sebagai institusi yang hadir memberikan kepastian, perlindungan, dan penghargaan bagi ASN serta keluarganya dalam situasi duka," ujar Zudan, Kepala BKN.
Insiden maut di Stasiun Bekasi Timur tersebut melibatkan KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi. Peristiwa yang terjadi di KM 28+920 pada pukul 20.52 WIB itu mengakibatkan total 16 orang meninggal dunia.
Sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat dalam kejadian tersebut. Sementara itu, para korban luka maupun meninggal dunia telah dievakuasi ke berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi, termasuk RSUD Bekasi dan beberapa rumah sakit swasta lainnya.