Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) menjalin kolaborasi strategis dengan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) dan Wadhwani Foundation untuk mengakselerasi pengembangan talenta digital berbasis kecerdasan artifisial (AI) di tanah air.
Sinergi tersebut diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai Penguatan Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional di Jakarta, seperti dikutip dari Suara pada Jumat (22/5/2026).
Kerja sama tiga pihak ini membidik target besar, yakni pemberdayaan bagi 1 juta talenta digital serta penciptaan 100 ribu wirausahawan baru melalui rangkaian pelatihan keterampilan digital dan pengembangan bisnis berbasis teknologi.
Implementasi program akan memadukan platform SIAPKerja kepunyaan Kemnaker RI dengan platform AI milik Wadhwani Foundation, yaitu JobReady dan Genie AI, yang disokong oleh ekosistem konektivitas digital dari Indosat.
Jangkauan program ini nantinya diperluas secara bertahap ke 24 Balai Latihan Kerja (BLK) di bawah naungan Kemnaker RI yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menilai bahwa transformasi dunia kerja saat ini bergerak amat masif akibat disrupsi teknologi dan digitalisasi yang memicu kesenjangan kompetensi.
ÔÇ£Dunia kerja saat ini tengah mengalami transformasi yang sangat cepat akibat disrupsi teknologi, digitalisasi, dan perubahan kebutuhan industri yang menciptakan kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan pasar kerja,ÔÇØ ujarnya.
Menurut Yassierli, momentum bonus demografi yang dimiliki Indonesia dapat dioptimalkan menjadi peluang besar seandainya dibarengi dengan peningkatan keahlian yang relevan dengan industri pasar saat ini.
ÔÇ£Kesepahaman bersama ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui pendekatan yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis teknologi,ÔÇØ katanya.
Visi Demokratisasi AI dan Inkubasi Bisnis
Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengutarakan bahwa kolaborasi ini merepresentasikan visi perusahaan untuk mewujudkan demokratisasi AI di seluruh penjuru Indonesia.
ÔÇ£AI bukan hanya tentang inovasi, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat membuka lebih banyak peluang, menghadirkan pengalaman yang lebih relevan, dan menciptakan manfaat nyata bagi pelanggan serta generasi muda Indonesia,ÔÇØ ujar Vikram.
Melalui semangat #LebihBaikIndosat, pihak manajemen berkomitmen penuh guna terus memfasilitasi akses teknologi digital yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, President Wadhwani Entrepreneurship, Meetul B. Patel, menitikberatkan pentingnya penyelarasan kurikulum pelatihan agar sesuai dengan dinamika kebutuhan sektor industri masa kini.
ÔÇ£With integration to SIAPKerja and support of 24 MoM BLKs, we can reach millions of youth across Indonesia in a scalable way. The skills being trained are those highly sought after by industry today, not yesterday's trends,ÔÇØ jelasnya.
Modul pelatihan digital ini dirancang inklusif dan adaptif agar ramah bagi penyandang disabilitas melalui penyesuaian berbasis kecerdasan artifisial yang ramah pengguna.
Dampak Program dan Pembagian Peran
Dalam kerja sama ini, Kemnaker RI bertugas memperkuat regulasi serta jaringan BLK nasional. Wadhwani Foundation menyediakan platform pembelajaran AI, sedangkan Indosat menyokong konektivitas serta program inkubasi bisnis.
Proyeksi awal program telah bergulir lewat agenda Workshop Kewirausahaan berbasis AI secara daring yang diselenggarakan pada periode 10 hingga 14 Mei 2026.
Agenda perdana tersebut diikuti oleh 8.744 peserta dari puluhan daerah dan berhasil memproduksi lebih dari 1.200 gagasan bisnis baru yang potensial.
Dari hasil lokakarya tersebut, diperkirakan mampu menyerap sekitar 3.000 hingga 5.000 lapangan kerja baru dalam beberapa tahun mendatang.
Seluruh peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan akan dianugerahi sertifikat kolaboratif resmi dari Kemnaker RI, Indosat, dan Wadhwani Foundation yang diakui secara nasional maupun internasional.