Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi pemulangan 13 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran pada 21 April 2026 sebagai bagian dari proses evakuasi tahap ketiga guna memastikan keselamatan warga di tengah situasi keamanan Timur Tengah, dilansir dari Nasional.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, mengungkapkan bahwa belasan orang tersebut merupakan kelompok terakhir dari rangkaian evakuasi yang dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini, otoritas terkait terus memantau kondisi seluruh warga yang masih berada di kawasan tersebut.
ÔÇ£Terkait proses evakuasi di WNI di Iran, kita telah melakukan evakuasi tiga tahap di Iran. Dan yang terakhir itu, 13 orang WNI telah tiba di Tanah Air pada tanggal 21 April lalu,ÔÇØ kata Heni Hamidah, Direktur Pelindungan WNI Kemlu.
Heni menegaskan bahwa meskipun situasi secara umum masih terpantau aman bagi WNI, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah menginstruksikan warga untuk tetap proaktif dalam berkomunikasi dengan otoritas diplomatik setempat.
ÔÇ£Dalam situasi darurat, tentunya para WNI diimbau untuk menghubungi hotline perwakilan terdekat dan hotline pelindungan WNI di Pusat,ÔÇØ ujarnya Heni Hamidah, Direktur Pelindungan WNI Kemlu.
Sebelum kelompok terakhir ini sampai, tercatat 9 WNI telah lebih dahulu tiba di Indonesia pada 16 April 2026 petang. Secara total, terdapat 45 WNI yang masuk dalam daftar evakuasi tahap ketiga yang dibagi ke dalam tiga jadwal penerbangan berbeda.
ÔÇ£Untuk 45 WNI dievakuasi ini dibagi menjadi tiga kloter ketibaan di Jakarta. Kloter pertama telah tiba di tanggal 14 April lalu sejumlah 14 orang, kemudian kloter kedua itu sejumlah 9 orang kemarin di tanggal 15, dan kloter ketiga 9 orang akan tiba di petang hari ini,ÔÇØ kata Heni Hamidah, Direktur Pelindungan WNI Kemlu.
Selain evakuasi udara, terdapat 13 Anak Buah Kapal (ABK) yang saat ini masih berada di Baku. Mereka sedang menunggu jadwal keberangkatan selanjutnya untuk bisa kembali menuju Jakarta.
ÔÇ£Ada 13 orang Anak Buah Kapal (ABK) yang masih kita tampung di Baku untuk menunggu penerbangan selanjutnya ke Jakarta,ÔÇØ kata Heni Hamidah, Direktur Pelindungan WNI Kemlu.
Seluruh WNI yang tiba akan menjalani proses serah terima kepada instansi terkait di daerah. Langkah ini dilakukan untuk memfasilitasi perjalanan mereka hingga sampai ke kediaman masing-masing di berbagai provinsi.
ÔÇ£Para evakuasi ini setibanya di Tanah Air kami serah terimakan ke Dinas Sosial dan Badan Penghubung Provinsi untuk proses pemulangan mereka ke daerah asal masing-masing,ÔÇØ ujarnya Heni Hamidah, Direktur Pelindungan WNI Kemlu.
Data KBRI Teheran menunjukkan masih terdapat 236 WNI yang bertahan di Iran, yang mayoritas berstatus sebagai mahasiswa dan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sebagian lainnya merupakan ekspatriat yang memiliki ikatan keluarga dengan warga setempat.
ÔÇ£Sisanya adalah PMI dan juga ekspatriat yang menikah dengan warga negara sana,ÔÇØ ujarnya Heni Hamidah, Direktur Pelindungan WNI Kemlu.