Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyiagakan sejumlah personel TNI lintas matra beserta alat utama sistem persenjataan (alutsista) di wilayah Sulawesi Utara pada Jumat (8/5/2026). Langkah ini diambil guna mendukung pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang sedang berlangsung di Cebu, Filipina.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, memberikan penjelasan terkait penempatan pasukan tersebut. Ia menegaskan bahwa operasional ini merupakan bentuk komitmen pertahanan Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan selama agenda internasional berlangsung, sebagaimana dilansir dari Nasional.
"Jadi kegiatan ini bukan didasarkan pada adanya ancaman atau potensi konflik tertentu yang secara spesifik ditujukan kepada Presiden maupun kepala negara peserta KTT ASEAN," kata Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan.
Pengerahan kekuatan militer ke Sulawesi Utara tersebut difokuskan pada pengujian sistem koordinasi dan respons cepat. Unsur TNI yang terlibat menjalankan misi kesiapsiagaan operasi gabungan serta prosedur pengamanan tamu sangat penting (VVIP).
"Indonesia memandang stabilitas kawasan ASEAN saat ini tetap kondusif," tegas Rico Ricardo Sirait.
Pihak Kemhan menambahkan bahwa fokus kegiatan ini adalah pada peningkatan interoperabilitas antar matra. Selain itu, operasi tersebut dilaksanakan dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kedaulatan negara-negara sahabat di wilayah regional.
"Ada 5 pesawat F-16, Hercules dan A400M untuk operasi kesiapsiagaan ini. (Lalu) 3 KRI (jenis) Brawijaya, Siliwangi dan RE Martadinata," ungkap Rico.