Kementerian PU Normalisasi Dua Sungai Kendari Jelang UCLG ASPAC 2026

Kementerian PU Normalisasi Dua Sungai Kendari Jelang UCLG ASPAC 2026
Foto: Ilustrasi Kementerian PU Normalisasi Dua Sungai Kendari Jelang UCLG ASPAC 2026.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah melakukan normalisasi dua sungai besar di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Langkah ini diambil sebagai bagian dari penataan infrastruktur strategis daerah.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk menyambut pelaksanaan forum internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 7 Mei hingga 9 Mei 2026.

Dilansir dari Kompas, dukungan infrastruktur mencakup penanganan sungai, penataan drainase perkotaan, serta penguatan sistem pengendalian banjir. Hal ini bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan kota selama forum berlangsung.

Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, kementerian melakukan normalisasi pada Sungai Korumba dan Sungai Mandonga sepanjang April 2026. Kedua sungai tersebut berada di wilayah Kecamatan Mandonga.

Pekerjaan ini merupakan instruksi langsung dari Menteri PU Dody Hanggodo yang menekankan penanganan dari bagian muara. Strategi ini bertujuan memastikan kelancaran aliran air dari hulu guna meminimalkan risiko genangan di kawasan perkotaan.

"Perbaikan jalan tentu akan sia-sia jika drainase tersumbat dan muara mengalami pendangkalan yang memicu banjir rob atau genangan saat hujan. Kalau muaranya terbuka lebar dan air mengalir deras, sedimen akan terbuang ke laut sehingga kapasitas aliran tetap terjaga," terang Dody, Selasa (28/4/2026).

Normalisasi dilakukan dengan cara mengeruk sedimen dan memperdalam alur sungai. Upaya ini difokuskan untuk meningkatkan daya tampung air serta memperlancar arus menuju laut.

Pada Sungai Korumba, pengerjaan dilakukan sepanjang 650 meter dengan lebar penanganan mencapai 13 meter. Sementara itu, normalisasi di Sungai Mandonga mencakup area sepanjang 900 meter dengan lebar 12 meter.

Kementerian PU tidak hanya fokus pada normalisasi jangka pendek. Pemerintah juga telah menyiapkan rencana pembangunan drainase utama pada tiga koridor prioritas di Kota Kendari untuk memperkuat sistem sanitasi kota.

Koridor tersebut meliputi kawasan Sungai Korumba sepanjang 2 kilometer dan Sungai Bonggoeya sepanjang 4,5 kilometer. Selain itu, terdapat penanganan di koridor Polresta hingga Sungai Wanggu sepanjang 1,7 kilometer.

Proyek sistem drainase ini merupakan hasil kolaborasi antara BWS Sulawesi IV Kendari dengan Pemerintah Kota Kendari. Fokus kegiatan tahun 2026 adalah penyelesaian pembebasan lahan serta penyiapan desain teknis.

Proses konstruksi fisik drainase tersebut direncanakan mulai berjalan pada tahun 2027. Selain drainase, rencana jangka menengah juga mencakup pembangunan infrastruktur pengendali banjir lainnya di wilayah Kelurahan Baruga.

Pemerintah akan membangun Kolam Retensi Nanga-Nanga di Kecamatan Baruga pada periode 2027 hingga 2029. Infrastruktur ini dirancang khusus untuk memiliki volume tampungan air yang sangat besar, mencapai 1,58 juta meter kubik.

Keberadaan kolam retensi tersebut diproyeksikan mampu mereduksi potensi banjir di Kota Kendari hingga 54,14 persen. Angka ini setara dengan pengurangan debit air sebesar 141,67 meter kubik per detik.

Kawasan kolam retensi ini nantinya akan mengemban fungsi ganda sebagai area konservasi air dan penjaga kualitas air tanah. Selain itu, lokasi tersebut akan dijadikan ruang terbuka publik yang menyediakan fasilitas olahraga dan rekreasi bagi warga.

Melalui rangkaian penataan ini, Kementerian PU menargetkan Kota Kendari siap menjadi tuan rumah ajang internasional. Manfaat jangka panjangnya adalah terciptanya kawasan perkotaan yang lebih tertata dan tangguh menghadapi ancaman banjir.

Artikel terkait

Rekomendasi