Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan kepastian bantuan modal usaha saat mengunjungi kediaman Nuryati (63), salah satu korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta api di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026). Nuryati menjadi korban jiwa dalam insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin lalu.
Kementerian Sosial berkomitmen untuk memastikan roda ekonomi keluarga yang ditinggalkan tetap berjalan melalui pemberian bantuan usaha. Sebagaimana dilansir dari Kompas, langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab sosial negara terhadap para penyintas dan ahli waris korban bencana transportasi.
"Insyaallah warisan almarhum berupa usaha kecil-kecilan ini akan dilanjutkan. Untuk itu, kita akan bicara lebih lanjut apa saja yang kira-kira diperlukan untuk melanjutkan usaha almarhumah," katanya di Kemayoran, Jakarta, Kamis, via Antara.
Pihak keluarga menyambut baik tawaran bantuan dari pemerintah tersebut untuk menjaga keberlangsungan warung yang dikelola Nuryati semasa hidup. Putri almarhumah, Halimah, mengonfirmasi keinginan keluarga untuk tetap mempertahankan usaha tersebut sebagai pengingat sosok ibunya.
"Saya sih inginnya, ini kan warisan mama ya, jadi saya ingin melanjutkan warungnya mama, karena ini kenang-kenangan satu-satunya dari mama," ucapnya.
Data kepolisian mencatat eskalasi jumlah korban dalam insiden maut yang terjadi di lintasan Stasiun Bekasi Timur tersebut. Hingga Rabu (29/4/2026), total korban terdampak mencapai angka yang signifikan dengan belasan orang dinyatakan meninggal dunia.
"Kami terima hari ini per 29 April 2026 sekitar pukul 11.00 (WIB), korban total adalah 106 orang, di mana korban luka 90 orang, 44 pasien sudah pulang ke rumah, 46 pasien sedang melaksanakan observasi, meninggal dunia 16 orang," katanya dalam program Kompas Siang KompasTV, Rabu.
Sebanyak 16 jenazah korban meninggal dunia telah tersebar di beberapa fasilitas kesehatan, dengan mayoritas berada di RS Polri Kramat Jati. Rincian distribusi jenazah meliputi 10 orang di RS Polri, 4 orang di RSUD Kota Bekasi, serta masing-masing satu orang di RS Mitra Bekasi dan RS Bella Bekasi.