Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyatakan kesiapan untuk menyalurkan bantuan penanganan bagi keluarga korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Senin (27/4/2026).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa fokus utama dukungan pemerintah saat ini adalah pendampingan keluarga melalui proses asesmen menyeluruh guna memetakan kebutuhan spesifik mereka, sebagaimana dilansir dari Nasional.
"Untuk korban kecelakaan, tentu kami akan melakukan assess kepada keluarga-keluarga korban. Jika ada yang membutuhkan pendampingan, dukungan, maupun pemberdayaan, akan kami bantu sesuai kebutuhan," ujar Saifullah di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2026).
Menteri yang akrab disapa Gus Ipul tersebut menjelaskan bahwa pemberian santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia telah diatur melalui sistem asuransi yang tersedia secara resmi.
"Untuk santunan kepada ahli waris biasanya sudah ada mekanismenya melalui asuransi. Tetapi bagi keluarga korban, Insya Allah akan kami berikan dukungan berdasarkan hasil asesmen," kata Gus Ipul.
Insiden maut tersebut melibatkan KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi pada pukul 20.52 WIB di KM 28+920 emplasemen Stasiun Bekasi Timur.
Data terbaru menunjukkan jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa ini meningkat menjadi 16 orang, sementara sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat tanpa luka.
Seluruh korban telah dievakuasi ke berbagai fasilitas kesehatan di Bekasi, termasuk RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bhakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.