Kemenpar Targetkan Pasar Baru Hadapi Ketidakpastian Global

Kemenpar Targetkan Pasar Baru Hadapi Ketidakpastian Global
Foto: Ilustrasi Kemenpar Targetkan Pasar Baru Hadapi Ketidakpastian Global.

Kementerian Pariwisata mengambil langkah strategis dengan mengalihkan fokus bidikan pasar wisatawan mancanegara ke wilayah baru. Langkah ini diambil guna menyiasati situasi geopolitik di Timur Tengah yang saat ini masih memanas.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menjelaskan bahwa penyesuaian target kunjungan sangat penting dilakukan. Hal tersebut bertujuan agar industri pariwisata nasional tetap menunjukan tren yang positif.

Widiyanti Putri Wardhana tidak memungkiri bahwa ketegangan di Timur Tengah membawa dampak terhadap angka kunjungan turis asing ke tanah air, seperti dilansir dari Detik Travel.

"Kami dari Kementerian Pariwisata harus melakukan repositioning dan juga melakukan strategi-strategi yang jitu untuk membuka pasar dari Asia Tenggara, Timur, Ocenaia untuk meningkatkan jumlah wisatawan untuk mengisi kekosongan yang dari Middle East," ucapnya usai membuka Rakornas Pariwisata 2026 di Kantor Kementerian Pariwisata, Rabu (20/5/2026).

Tantangan lain yang dihadapi sektor pariwisata saat ini adalah lonjakan harga bahan bakar pesawat atau avtur. Kondisi ini dinilai memengaruhi pola perjalanan para pelancong global.

Menyikapi hal itu, Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa pihaknya terus bersinergi dengan kementerian terkait. Sinergi ini dilakukan demi menekan dampak negatif dari kenaikan biaya transportasi udara tersebut.

Salah satu upaya konkret yang disiapkan pemerintah meliputi pemberian insentif untuk harga tiket pesawat kelas ekonomi. Selain itu, ada pula kebijakan pembebasan bea masuk bagi suku cadang armada pesawat.

"Nah sehingga itu dapat membantu airline industry juga sehingga akan sehingga akan sedikit meredam peningkatan cost-nya gitu. Juga membantu wisatawan untuk lebih murah mendapatkannya, tentu ini terjadi bukan hanya di Indonesia, di seluruh dunia," ucapya.

Di sisi lain, pergerakan nilai tukar mata uang asing yang memperlihatkan penguatan dolar terhadap rupiah memicu pandangan tersendiri. Pemerintah melihat momentum ini dari sisi keuntungan kompetitif harga.

Plt. Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani Mustafa, menilai melemahnya rupiah membuat biaya berwisata di Indonesia menjadi jauh lebih terjangkau bagi turis asing.

"Ini malah sebagai kekuatan kalau menurut saya, kita mempunyai affordability yang lebih kuat dibanding negara lain. Jadi kalau dari aspek penguatan, dari aspek pembelanjaan wisatawan saya pikir ini agak positif ya kalau kita lihat," ungkap Kiki sapaan akrabnya.

Kendati demikian, Rizki Handayani Mustafa mengingatkan bahwa dampak kenaikan harga avtur tetap membayangi sektor penerbangan domestik. Kondisi ini berpotensi menaikkan biaya perjalanan di dalam negeri.

"Mungkin kaitannya nanti dengan perjalanan dalam negeri, ini harus kita pikirkan karena kenaikan avtur tentunya berdampak pada kenaikan harga cost untuk traveling kan. Cost transport-nya jadi ini sudah dibahas sebenarnya, mungkin insentif apa lagi yang bisa diberikan untuk pergerakan wisatawan ini tidak terganggu," lengkap Kiki.

Artikel terkait

Rekomendasi