Kemenpar Siapkan Mitigasi Target Wisatawan 2026 Hadapi Tekanan Global

Kemenpar Siapkan Mitigasi Target Wisatawan 2026 Hadapi Tekanan Global
Foto: Ilustrasi Kemenpar Siapkan Mitigasi Target Wisatawan 2026 Hadapi Tekanan Global.

Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk memastikan target kinerja sektor pariwisata nasional tahun 2026 tetap tercapai. Strategi ini diambil sebagai respons terhadap dinamika geopolitik dunia yang mulai memberikan tekanan signifikan pada arus perjalanan internasional.

Dilansir dari Investortrust, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memperkuat pariwisata berkualitas yang berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal di seluruh penjuru tanah air.

Kementerian Pariwisata tetap mempertahankan target ambisius untuk tahun 2026, yakni mencapai 16 hingga 17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Selain itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ditargetkan mampu menyentuh angka 1,18 miliar perjalanan.

"Dinamika geopolitik global tentu memberikan tekanan terhadap sektor pariwisata," ujar Widiyanti dalam rapat bersama Komisi VII DPR di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu, 1 April 2026.

Pemerintah menekankan bahwa peningkatan kualitas destinasi, penguatan konektivitas, serta promosi berbasis pasar menjadi pilar utama pertumbuhan. Keamanan wisatawan juga menjadi prioritas melalui program sertifikasi pemandu wisata dan penyusunan pedoman destinasi yang lebih ketat.

Sektor ekonomi kerakyatan turut diperkuat melalui pengembangan lebih dari 6.200 desa wisata di berbagai daerah. Program ini dirancang untuk memastikan pariwisata tidak hanya berpusat pada destinasi populer, tetapi juga berbasis pada kekuatan ekonomi lokal.

"Kami terus melakukan langkah-langkah mitigasi agar target kinerja pariwisata nasional tetap terjaga," tutur Widiyanti.

Dampak Konflik Global dan Kenaikan Harga Energi

Tekanan pada industri pariwisata diperparah oleh gangguan jadwal penerbangan akibat konflik bersenjata di wilayah Timur Tengah. Penutupan wilayah udara Iran, misalnya, telah berdampak langsung pada pembatalan ratusan jadwal penerbangan menuju berbagai kota di Indonesia.

Faktor lain yang menjadi tantangan berat adalah lonjakan harga energi dunia yang memicu kenaikan biaya operasional transportasi. Kondisi ini secara otomatis meningkatkan tarif tiket penerbangan internasional yang dapat menyurutkan minat perjalanan jauh para wisatawan.

Sebagai solusi, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan fokus promosi ke pasar regional yang lebih stabil, terutama Asia Tenggara dan Asia Timur. Optimalisasi promosi digital dan kerja sama erat dengan maskapai internasional terus digencarkan untuk mengisi kekosongan pasar.

"Diversifikasi pasar dan optimalisasi wisata nusantara menjadi kunci," kata Widiyanti.

Dukungan Parlemen terhadap Konektivitas

Ketua Komisi VII DPR, Saleh P Daulay, memberikan apresiasi terhadap rencana strategis yang dipaparkan oleh Kementerian Pariwisata. DPR menekankan bahwa penguatan konektivitas antarwilayah harus menjadi prioritas agar pergerakan wisatawan domestik semakin lancar.

Sementara itu, anggota Komisi VII DPR Putra Nababan mencermati adanya pergeseran perilaku wisatawan yang perlu diantisipasi dengan cepat. Ia mendorong pemerintah agar segera merealisasikan kebijakan bebas visa bagi wisatawan asal China dan Australia guna menjaga daya saing Indonesia di pasar global.

Artikel terkait

Rekomendasi