Kemenlu RI Tanggapi Status Relawan Global Sumud Flotilla di Israel

Kemenlu RI Tanggapi Status Relawan Global Sumud Flotilla di Israel
Foto: Ilustrasi Kemenlu RI Tanggapi Status Relawan Global Sumud Flotilla di Israel.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI merespons situasi terbaru mengenai sembilan relawan kemanusiaan asal Indonesia yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) pascapenahanan oleh militer Israel pada Kamis (21/5/2025).

Pemerintah Indonesia kini sedang mematangkan skenario pemulangan para aktivis tersebut melalui koordinasi intensif dengan sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berpotensi menjadi jalur evakuasi, sebagaimana dilansir dari Nasional.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemenlu Heni Hamidah mengonfirmasi bahwa para relawan saat ini dipindahkan ke Ashdod untuk menjalani proses pemeriksaan sebelum dialihkan ke fasilitas detensi imigrasi.

"Ya, yang terakhir kita peroleh info, mereka dibawa ke Ashdod. Nah, kapan waktunya selesai di Ashdod? Di Ashdod ini kan dilakukan pemeriksaan. Nanti baru dari situ akan dikirimkan ke detensi imigrasinya eh Israel," kata Heni, Direktur PWNI Kemenlu RI.

Pihak otoritas diplomatik menegaskan bahwa pemindahan ke fasilitas imigrasi tersebut merupakan bagian dari prosedur sebelum pemulangan ke tanah air.

"Detensi itu jangan dibayangkan penjara ya. Jadi ini eh imigrasi, detensi imigrasi. Detensi imigrasi, nanti dari situ baru kita lihat proses pemulangannya seperti apa. Jadi kami belum dapat informasi proses selanjutnya seperti apa," ujar Heni, Direktur PWNI Kemenlu RI.

Di sisi lain, perwakilan dari lembaga kemanusiaan mengabarkan perkembangan positif mengenai status penahanan seluruh anggota misi di lapangan.

Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Harfin Naqsyabandy menyatakan bahwa para relawan yang sebelumnya berada di Penjara Ktziot telah dibebaskan oleh otoritas Israel.

"Tim hukum Adalah (organisasi HAM setempat) terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan seluruh aktivis, termasuk WNI, dapat keluar dengan aman tanpa penundaan tambahan," kata Harfin, Koordinator Media GPCI.

Artikel terkait

Rekomendasi