Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menyelenggarakan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan target indikatif senilai Rp12 triliun pada Selasa (5/5/2026). Langkah ini diambil pemerintah guna memenuhi sebagian target pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Pengumuman rencana lelang tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan laporan yang dilansir dari Market, proses setelmen hasil lelang dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis (7/5/2026).
Pemerintah menawarkan seri Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPN-S) dan Project Based Sukuk (PBS) dalam kegiatan ini. Seluruh instrumen yang ditawarkan menggunakan proyek atau kegiatan dalam APBN 2026 serta Barang Milik Negara (BMN) sebagai aset dasar atau underlying asset.
Mekanisme lelang akan dilaksanakan secara terbuka (open auction) menggunakan metode harga beragam (multiple price). Bank Indonesia bertindak sebagai agen lelang dalam sistem tersebut, di mana pemerintah dapat memenangkan maksimal hingga 200 persen dari target indikatif yang ditetapkan.
Terdapat tiga seri SPN-S dengan status pembukaan kembali (reopening) yang akan dilelang dengan sistem diskonto. Ketiga seri tersebut mencakup SPNS01062026, SPNS12102026, dan SPNS03022027 yang masing-masing memiliki jatuh tempo berbeda mulai Juni 2026 hingga Februari 2027.
Selain itu, pemerintah juga menawarkan lima seri PBS dengan kupon tetap yang berjangka waktu lebih panjang. Seri PBS038 menjadi instrumen dengan tenor terlama yang jatuh tempo pada 15 Desember 2049 dengan tingkat kupon sebesar 6,87500 persen.
| Seri | Tipe Kupon/Imbalan | Jatuh Tempo |
|---|---|---|
| SPNS01062026 | Diskonto | 1 Juni 2026 |
| SPNS12102026 | Diskonto | 12 Oktober 2026 |
| SPNS03022027 | Diskonto | 3 Februari 2027 |
| PBS030 | 5,87500% | 15 Juli 2028 |
| PBS040 | 5,00000% | 15 November 2030 |
| PBS034 | 6,50000% | 15 Juni 2039 |
| PBS005 | 6,75000% | 15 April 2043 |
| PBS038 | 6,87500% | 15 Desember 2049 |