Kemenkes Pastikan WNA Kontak Erat Klaster Hantavirus di Jakarta Negatif

Kemenkes Pastikan WNA Kontak Erat Klaster Hantavirus di Jakarta Negatif
Foto: Ilustrasi Kemenkes Pastikan WNA Kontak Erat Klaster Hantavirus di Jakarta Negatif.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan seorang warga negara asing di Jakarta Pusat yang menjadi kontak erat klaster Hantavirus kapal pesiar MV Hondius dinyatakan negatif setelah menjalani pemeriksaan spesimen secara menyeluruh.

Pria berusia 60 tahun tersebut dievakuasi ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso pada 9 Mei 2026 setelah teridentifikasi memiliki riwayat kontak sangat dekat dengan pasien konfirmasi kedua yang telah meninggal dunia. Dilansir dari Detik Health, penanganan cepat ini dilakukan menyusul laporan International Health Regulation National Focal Point Inggris pada 7 Mei 2026 malam.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menjelaskan bahwa otoritas kesehatan segera melakukan penyelidikan epidemiologi dan koordinasi lintas sektor dalam waktu kurang dari 24 jam setelah menerima notifikasi resmi.

"Respons kami sangat cepat. Begitu mendapatkan notifikasi pada 7 Mei pukul 21.55 WIB, keesokan harinya kami langsung melakukan penyelidikan epidemiologi dan koordinasi lintas sektor," ujar Andi Saguni, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes.

Pemerintah sempat mengkhawatirkan adanya potensi penularan lebih luas sebelum subjek menjalani pemantauan di rumah sakit, namun hal tersebut dibantah karena yang bersangkutan telah menerapkan protokol kesehatan mandiri secara ketat.

"Kontak erat yang dimaksud sudah memiliki pengalaman dan kewaspadan tinggi khususnya terkait Hantavirus, sehingga setelah tiba di indonesia, dan mendapatkan notfikasi dari Inggris, dia karantina mandiri di tempat tinggal dan bekerja WFH," jelas Andi Saguni, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes.

Subjek dilaporkan sangat kooperatif selama proses evakuasi dan bersedia mematuhi instruksi tim medis demi keamanan publik.

"Hasil pemeriksaan PCR menyatakan yang bersangkutan negatif hantavirus. Lima spesimen yang kami ambil semuanya menunjukkan hasil negatif," tegas Andi Saguni, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes.

Meskipun hasil tes menunjukkan negatif dan pedoman WHO mengizinkan karantina mandiri di rumah, Kemenkes memilih untuk tetap melakukan pemantauan intensif di RSPI Sulianti Saroso guna meningkatkan kewaspadaan.

"Kontak erat ini tinggal sendiri, komunikasi dengan orang lain itu tidak ada, di samping pemahamannya sudah bagus," lanjut Andi Saguni, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes.

Kondisi kesehatan pasien akan terus dipantau secara berkala mengingat masa inkubasi virus ini dapat berlangsung lebih dari dua pekan untuk memastikan kondisi benar-benar aman dari risiko penularan.

Artikel terkait

Rekomendasi