Kementerian Kesehatan Uganda mengonfirmasi dua kasus baru virus ebola jenis strain Bundibugyo yang menginfeksi warga negara Kongo pada Jumat (29/5/2026). Penambahan ini meningkatkan total akumulasi kasus di Uganda menjadi sembilan orang dengan satu korban jiwa sejak wabah dideklarasikan pertama kali.
Lonjakan kasus lintas negara ini bermula dari pengumuman wabah di Republik Demokratik Kongo (DRC) pada 15 Mei lalu. Berdasarkan laporan data kesehatan, satu pasien baru asal Kongo yang bergejala klinis kini telah diisolasi, sementara pasien lainnya terdeteksi melalui pelacakan kontak erat dari kasus terdahulu.
"Seluruh kontak dari kasus baru yang terkonfirmasi ini telah diidentifikasi dan saat ini berada di bawah pengawasan ketat," tulis Kementerian Kesehatan Uganda dalam pernyataan resminya.
Otoritas Uganda, dilansir dari Media Indonesia, langsung memperketat wilayah perbatasan dengan DRC sejak awal pekan guna mencegah transmisi yang lebih masif. Pemerintah setempat juga mewajibkan prosedur karantina selama 21 hari serta memberlakukan larangan berjabat tangan bagi setiap pelaku perjalanan dari DRC.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan pasien pertama di DRC telah dinyatakan sembuh setelah memperoleh hasil negatif pada dua kali pemeriksaan beruntun. Kendati demikian, penanganan wabah di DRC masih menghadapi hambatan besar akibat adanya krisis pangan dan konflik bersenjata.
Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin ataupun pengobatan spesifik yang resmi untuk mengatasi ebola strain Bundibugyo. Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) mengonfirmasi bahwa akselerasi pengembangan vaksin sedang berjalan dan ditargetkan siap didistribusikan akhir tahun ini.
Berikut adalah rincian data penyebaran kasus ebola berdasarkan laporan resmi otoritas kesehatan terkait:
| Wilayah Negara | Kasus Terkonfirmasi | Kasus Suspek | Korban Meninggal Dunia |
|---|---|---|---|
| Uganda | 9 kasus | - | 1 kematian |
| Republik Demokratik Kongo (DRC) | 125 kasus | Lebih dari 900 kasus | 17 kematian terkonfirmasi, 223 kematian suspek |