Kementerian Kesehatan memastikan segera merealisasikan perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki 10.000 unit Pusat Kesehatan Masyarakat di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus di Surabaya pada Kamis (21/5/2026), dilansir dari Investor Daily.
Kementerian Kesehatan kini tengah menghitung anggaran yang diperlukan untuk proyek renovasi tersebut. Pihak kementerian menargetkan perbaikan minimal 1.000 hingga 2.000 unit puskesmas setiap tahunnya, terutama bagi fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan parah.
Pengusulan renovasi massal ini berawal dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang melaporkan banyaknya kondisi puskesmas yang sudah tidak layak. Usulan tersebut kemudian langsung mendapatkan respons positif dan instruksi perbaikan dari Presiden.
"Pak Menkes bilang ke Pak Presiden, ada 10.000 puskesmas yang sudah lama dan rusak, boleh nggak direnovasi. Maka Pak Presiden langsung respons minta agar segera diperbaiki," kata Benjamin, Kamis (21/5/2026).
Pemerintah sedang menyesuaikan kapasitas anggaran tahunan agar target pembenahan ini bisa berjalan optimal. Jika mampu mencapai angka ribuan unit dalam setahun, hal tersebut dinilai sebagai pencapaian yang sangat baik.
ÔÇ£Jadi setiap tahun kalau boleh minimal ada 1.000 lah kalau bisa 2.000 tambah lebih bagus lagi. 2.000 dari 10.000 itu kan sudah 20% itu sudah bagus sekali," kata Benjamin, Wakil Menteri Kesehatan.
Sumber pendanaan untuk proyek perbaikan puskesmas ini direncanakan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara. Selain itu, pemerintah juga membuka peluang menggunakan uang sitaan negara dari kasus tindak pidana korupsi yang masuk dalam skema Penerimaan Negara Bukan Pajak.
Sebelumnya, komitmen untuk memanfaatkan aset hasil kejahatan bagi kepentingan masyarakat luas telah ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto. Rencana alokasi uang rampasan korupsi untuk merenovasi puskesmas di daerah pelosok diungkapkan saat menerima penyerahan dana hasil rampasan perkara sebesar Rp10,2 triliun dari Kejaksaan Agung pada Rabu, 13 Mei 2026.