Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menyatakan kesiapannya dalam menghadapi potensi ancaman penyebaran virus Ebola yang tengah menjadi perhatian global. Langkah antisipasi segera diperkuat setelah adanya penetapan status darurat dari badan kesehatan dunia.
Seperti dilansir dari Detik Health, World Health Organization (WHO) resmi menetapkan status Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) pada 17 Mei 2026. Keputusan ini diambil merespons lonjakan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo).
Penetapan status PHEIC tersebut menyejajarkan tingkat kewaspadaan Ebola dengan masa awal pandemi COVID-19, sehingga masyarakat diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Sebagai catatan, status PHEIC untuk COVID-1.9 sendiri telah resmi dicabut oleh WHO sejak tahun 2023 lalu.
"Tapi kita sudah melakukan mitigasi. Kemampuan kita melakukan diagnosis sudah mumpuni. Kita sudah bisa melakukan diagnosis," kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono di Banda Aceh, Jumat (22/5/2026).
"Tapi kita tetap melakukan karantina dan skrining terhadap kemungkinan kalau virus Ebola masuk ke Indonesia," sambungnya.
Walaupun penyebaran virus ini memicu kekhawatiran di sejumlah negara di Benua Afrika, Dante Saksono Harbuwono memastikan bahwa hingga saat ini kasus virus tersebut belum ditemukan di wilayah Indonesia.
"Sebelum WHO mengeluarkan PHEIC tersebut, saya langsung kirim ke pak Andi Saguni (Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit)," katanya.
"Pada hari itu juga pak Andi Saguni langsung mengadakan pertemuan dengan seluruh Kepala BKK se-Indonesia. Pada hari itu juga pak Andi Saguni memberikan SE, surat edaran, tentang kewaspadaan virus Ebola," sambungnya.
Pihak Kemenkes RI mengimbau agar masyarakat tidak panik dan tetap menyaring informasi guna menghindari peredaran berita bohong atau hoaks di media sosial. Pemberian edukasi yang tepat dipandang krusial agar publik memahami karakteristik penyakit ini dengan benar.
"Ebola merupakan penyakit infeksi virus yang dapat menyebabkan kematian dengan tingkat fatalitas rata-rata mencapai 50 persen," kata Kepala Biro Komunikasi Kemenkes Aji Muhawarman.
"Saat ini terdapat tiga jenis strain virus yang sering menyebabkan wabah, yaitu Ebola Virus Disease (EVD), Sudan Virus Disease (SVD), dan yang saat ini berkembang di Kongo yaitu Bundibugyo Virus Disease (BVD)," tutupnya.