Kementerian Kesehatan RI menerapkan pendekatan holistik untuk menjaga kesehatan mental 221 ribu jemaah haji asal Indonesia pada perhelatan haji 2026 di Arab Saudi, Jumat (24/6/2026). Langkah ini diambil guna memastikan jemaah tetap tenang menghadapi tantangan fisik dan psikologis selama beribadah.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menjelaskan bahwa dari total 1,8 juta jemaah dunia, Indonesia mengirimkan ribuan lansia yang rentan secara mental. Dilansir dari Detik Health, terdapat 11 ribu lansia yang memerlukan perhatian ekstra.
"Ibadah haji adalah puncak spiritual umat Islam, namun di balik makna religius yang mendalam, perjalanan ini juga membawa tantangan besar bagi kesehatan jiwa," ujarnya Imran Pambudi, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes.
Tekanan ini dipicu oleh perubahan lingkungan yang drastis serta kepadatan jutaan manusia dalam satu lokasi yang sama. Imran menilai kondisi tersebut dapat berdampak langsung pada kestabilan emosional para jemaah di tanah suci.
"Perubahan lingkungan, kepadatan jutaan jamaah, serta tekanan fisik dan emosional dapat memicu stres, kecemasan, hingga gangguan mental," sambung Imran Pambudi, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes.
Data Kemenkes menunjukkan 10-15 persen jemaah membutuhkan perhatian khusus terkait kesehatan jiwa, sementara 30-40 persen lainnya mengalami gangguan tidur. Balai Pengobatan Haji Indonesia mencatat 80 persen pasien gangguan jiwa yang dirawat merupakan kelompok lansia dengan gejala demensia.
Imran juga menyoroti tantangan cuaca ekstrem di Makkah yang mencapai 35-38 derajat Celsius dengan kelembapan rendah. Selain faktor alam, regulasi ketat Pemerintah Arab Saudi mengenai visa dan aplikasi digital Nusuk menambah beban pikiran jemaah yang belum cakap teknologi.
"Semua ini menunjukkan bahwa persiapan mental dan penataan ekspetasi menjadi sama pentingnya dengan persiapan fisik, agar jamaah mampu menerima dinamika ibadah dengan tenang dan tidak terbebani harapan yang terlalu tinggi," terang Imran Pambudi, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes.
Strategi utama yang disiapkan mencakup konseling pra-keberangkatan, pelatihan manajemen stres, serta pengaturan jadwal ibadah dan istirahat yang seimbang. Kemenkes juga memastikan kecukupan nutrisi dan hidrasi bagi seluruh jemaah selama prosesi tawaf dan sa'i berlangsung.
"Petugas kesehatan haji kini dilengkapi tim khusus untuk menangani masalah psikologis secara cepat agar tidak berkembang menjadi kondisi serius," tutup Imran Pambudi, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes.