Kemenkes Laporkan 23 Kasus Hantavirus di Sembilan Provinsi Indonesia

Kemenkes Laporkan 23 Kasus Hantavirus di Sembilan Provinsi Indonesia
Foto: Ilustrasi Kemenkes Laporkan 23 Kasus Hantavirus di Sembilan Provinsi Indonesia.

Hantavirus kini menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan di Indonesia karena sifatnya yang mengancam nyawa. Virus yang ditularkan melalui hewan pengerat ini ternyata telah lama beredar di wilayah tanah air.

Dilansir dari Detik Health, data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan bahwa hantavirus sudah terdeteksi di Indonesia sejak dekade 1980-an. Studi mendalam di sejumlah kota besar menunjukkan angka paparan mencapai 11,6 persen pada manusia.

Kondisi ini menandakan bahwa sekitar 1 dari 10 orang pernah terpapar virus tersebut tanpa sempat terdiagnosa secara medis. Pada populasi tikus yang menjadi inang utama, tingkat infeksi ditemukan berada pada kisaran 0 hingga 34 persen.

Laporan resmi Kemenkes RI menunjukkan adanya 23 kasus konfirmasi Hantavirus yang tersebar di sembilan provinsi selama periode tiga tahun terakhir. Dari total kasus tersebut, tercatat tiga pasien meninggal dunia atau setara dengan tingkat kematian 13 persen.

Mayoritas temuan di Indonesia merupakan jenis Seoul Virus. Berbeda dengan jenis Andes Virus yang bisa menular antarmanusia, Seoul Virus hanya menular dari hewan ke manusia.

"Penilaian risiko Indonesia pada importasi kasus pada penularan Hantavirus andes, yang antar manusia, tergolong rendah, jarang terjadi, terbatas umumnya di Amerika Selatan," tutur Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman.

Lonjakan kasus tertinggi tercatat terjadi pada tahun 2025 dengan temuan 17 kasus, sementara tahun 2024 hanya melaporkan 1 kasus. Hingga saat ini di tahun 2026, otoritas kesehatan telah mencatat penambahan lima kasus baru.

Distribusi Kasus Hantavirus Berdasarkan Provinsi di Indonesia
ProvinsiJumlah Kasus
Sumatera Barat1 kasus
Banten1 kasus
DKI Jakarta6 kasus
Jawa Barat5 kasus
Jawa Timur1 kasus
DI Yogyakarta6 kasus
NTT1 kasus
Kalimantan Barat1 kasus
Sulawesi Utara1 kasus

Mekanisme Penularan dan Langkah Pencegahan

Proses infeksi Hantavirus sering kali tidak disadari karena melibatkan perantara yang tidak terlihat kasat mata, seperti debu yang tercemar kotoran tikus. Partikel virus masuk ke sistem pernapasan melalui udara yang mengandung sisa air liur, urine, atau feses rodensia.

Selain melalui jalur udara atau aerosol, manusia dapat tertular lewat kontak langsung dengan tikus, paparan pada luka terbuka, atau menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi. Pedoman nasional menekankan bahwa seseorang tidak harus digigit tikus untuk bisa terinfeksi.

Sebagai upaya menekan risiko, masyarakat diimbau untuk memperketat pengendalian populasi tikus di area pemukiman. Perbaikan sanitasi lingkungan dan penggunaan masker saat membersihkan ruangan berdebu menjadi langkah proteksi utama yang sangat dianjurkan.

Artikel terkait

Rekomendasi