Kemenkes Pastikan Kontak Erat Hantavirus MV Hondius Jalani Karantina

Kemenkes Pastikan Kontak Erat Hantavirus MV Hondius Jalani Karantina
Foto: Ilustrasi Kemenkes Pastikan Kontak Erat Hantavirus MV Hondius Jalani Karantina.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan seorang pria warga negara asing berinisial KE yang merupakan kontak erat kasus Hantavirus di kapal MV Hondius telah menjalani karantina mandiri. Sebagaimana dilansir dari Detik Health pada Senin (11/5/2026), pria berusia 60 tahun tersebut dinyatakan negatif Hantavirus Andes Virus dan tidak menunjukkan gejala klinis.

Langkah isolasi tetap dilakukan untuk mengantisipasi potensi penularan meskipun hasil pemeriksaan awal menunjukkan hasil non-reaktif. Pihak berwenang menempatkan yang bersangkutan di RSPI Sulianti Saroso guna menjalani pemantauan intensif demi meningkatkan kewaspadaan nasional terhadap wabah tersebut.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Andi Saguni, memberikan penegasan terkait prosedur yang telah dijalankan oleh pria tersebut sejak mendarat di tanah air.

"Kontak erat yang dimaksud sudah memiliki pengalaman dan kewaspadan tinggi khususnya terkait Hantavirus, sehingga setelah tiba di indonesia, dan mendapatkan notfikasi dari Inggris, dia karantina mandiri di tempat tinggal dan bekerja WFH," jelas Andi, Direktur Jenderal P2P Kemenkes RI.

Andi menambahkan bahwa subjek sangat patuh terhadap arahan petugas medis selama proses skrining berlangsung.

"Sekarang sehat dan tidak ada gejala," beber Andi, Direktur Jenderal P2P Kemenkes RI.

Keputusan memindahkan lokasi pemantauan ke rumah sakit merupakan langkah ekstra dari pemerintah, mengingat pedoman global sebenarnya mengizinkan isolasi di rumah jika syarat tertentu terpenuhi.

"Kontak erat ini tinggal sendiri, komunikasi dengan orang lain itu tidak ada, di samping pemalamannya sudah bagus," lanjut Andi, Direktur Jenderal P2P Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan akan terus mengevaluasi kondisi kesehatan KE secara harian. Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan akan dilakukan kembali untuk memastikan status kesehatan pria tersebut benar-benar bersih dari virus karena masa inkubasi diketahui dapat berlangsung lebih dari empat belas hari.

Artikel terkait

Rekomendasi