Kementerian Kesehatan RI menerbitkan imbauan ketat bagi Warga Negara Indonesia menyusul penetapan status kedaruratan internasional terhadap wabah Ebola di Uganda dan Republik Demokratik Kongo oleh Organisasi Kesehatan Dunia.
Pengumuman tersebut memicu respons cepat dari otoritas kesehatan nasional guna mencegah potensi penyebaran virus ke dalam negeri, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, meminta warga yang berada di area terdampak atau yang hendak bepergian untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Apabila melakukan perjalanan ke RD Kongo, disarankan untuk melaksanakan protokol kesehatan serta mengikuti imbauan dari otoritas kesehatan setempat," ujar Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes pada Minggu (17/5).
Pemerintah menekankan pentingnya penerapan etika batuk dan bersin, penggunaan masker untuk kelompok rentan, serta mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun atau penyanitasi tangan.
Masyarakat juga dilarang mengonsumsi hewan liar dan diwajibkan hanya memakan daging yang dimasak hingga matang, di samping menghindari kontak langsung dengan pasien, hewan terinfeksi, atau benda terkontaminasi.
Penularan virus mematikan ini ditandai dengan kemunculan gejala mendadak seperti demam, kelelahan hebat, nyeri otot, sakit kepala, hingga pendarahan pada hidung, gusi, serta saluran pencernaan.
Aji Muhawarman mengingatkan masa inkubasi virus berkisar antara 2 sampai 21 hari, sehingga pengawasan mandiri setelah melakukan perjalanan menjadi faktor krusial.
"Kami mengingatkan masyarakat apabila mengalami gejala Ebola pasca-kepulangan hingga 21 hari dari RD Kongo atau Uganda, maka segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan," tegas Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes.
Gejala infeksi ini sering kali disertai dengan tanda-tanda penurunan fungsi hati serta ginjal, di luar indikasi umum seperti muntah dan demam.
Kemenkes saat ini terus menjalin koordinasi dengan otoritas kesehatan global demi memantau situasi di Afrika Tengah guna menerapkan mitigasi yang tepat di pintu-pintu masuk Indonesia.
| Kategori Gejala | Manifestasi Klinis |
|---|---|
| Gejala Awal | Demam, kelelahan (malaise), nyeri otot, sakit kepala, tenggorokan sakit. |
| Gangguan Pencernaan | Muntah, diare, nyeri perut, ruam kulit. |
| Kondisi Kritis | Gangguan fungsi ginjal/hati, pendarahan (hidung, gusi, feses, vagina). |