Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyatakan bahwa pendidikan dasar militer bagi 400 pegawai BUMN peserta Presidential Future Leaders Program (PFLP) di Kodiklat TNI, Tangerang Selatan, pada Rabu (20/5/2026), akan menunjang karir masa depan mereka, sebagaimana dilansir dari Nasional.
Latihan baris-berbaris yang diberikan selama masa pendidikan dinilai mampu menumbuhkan sikap loyalitas serta jiwa kepemimpinan para peserta. Aktivitas ini dirancang untuk melatih pegawai agar siap menjadi pemimpin sekaligus anggota tim yang solid.
"Nantinya akan sangat bermanfaat suatu saat dia menjadi pimpinan, bisa memimpin rekan-rekannya, ataupun kalau dia punya pimpinan, dia akan loyal kepada pimpinannya," kata Donny.
Kemenhan menilai bahwa latihan baris-berbaris memiliki esensi mendalam mengenai proses pemilihan seorang pemimpin di dalam kelompok.
"Contoh mungkin seperti baris-berbaris, kita melihat seperti itu ya, tetapi pada dasarnya itu merupakan filosofi bagaimana seorang dipilih untuk memimpin teman-temannya," kata Donny.
Pendidikan di lingkungan militer ini juga ditujukan untuk menanamkan kepatuhan terhadap instruksi pimpinan.
"Demikian juga teman-temannya yang ada di barisan juga mempunyai jiwa followership untuk mengikuti apa yang diperintahkan dari rekannya yang menjadi komandan pasukan," imbuh dia.
Selain kepemimpinan, kedisiplinan para peserta turut dibentuk melalui aktivitas harian terjadwal di pusat pendidikan militer tersebut.
"Kita biasanya kalau bangun pagi, mungkin kalau di rumah kita malas-malasan ya, tetapi kalau di sini mereka wajib bangun pagi, kemudian senam pagi bersama, itu membentuk karakter, kebersamaan, disiplin waktu," imbuh Donny.
Para peserta yang direkrut pada tahun 2024 dan 2025 ini dijadwalkan menjalani total sembilan bulan masa program PFLP, dengan tiga bulan pertama difokuskan di Kodiklat TNI untuk pembentukan karakter dan nasionalisme.
"Mereka (Kodiklat TNI) punya pelatih-pelatih dan pengasuh-pengasuh yang saya yakin bisa menempa atau membina karakter mereka sesuai dengan apa yang kami harapkan," kata Donny.
Tahap berikutnya adalah pendidikan manajerial dan analisis siber selama empat bulan di Danantara Corporate University yang melibatkan pengajar lintas negara.
"Jadi saya rasa sangat lengkap yang akan mereka terima nantinya. Banyak nanti pengajar-pengajar baik dalam negeri dan luar negeri akan kita datangkan untuk memberikan pengetahuan kepada mereka," ucap Donny.
Rangkaian program PFLP ini akan diakhiri dengan kegiatan magang selama dua bulan di berbagai kementerian, lembaga, badan, maupun perusahaan BUMN.
"Mereka adalah tunas bangsa yang harus kita berdayakan, kita bergiven pendidikan dan latihan sehingga nantinya investasi kita ini bisa untuk Indonesia di masa depan," kata Donny.